Renovasi Blog Part 4 + Kampung Api

2 ujian lagi sob! Praktikum mikrobiologi dan parasit untuk besok, dan SUMATIF 2 untuk Jumat. Asik. Kalau tidak ada remedial, berarti tahun baruan nanti sudah lepas dari semester 5! Uyeah!!

Berkaitan dengan waktu libur terakhir (karena semester-semester berikutnya mungkin sudah sibuk sekali, akhir semester 6 KKN, semester 7 persiapan masuk klinik (kalau lancar, hehe), lulus kemudian koas (AAMIIN) di rumah sakit), aku pengen banget menyelesaikan urus-mengurus blog sehingga nyaman untuk dijadiin sarang tulisanku. Mulai dari urusan domain (yang sampai sekarang tidak juga berubah, padahal sudah beli tapi ga bisa buat wordpress katanya *pyar!), template blog yang makin lama dipandang makin membosankan, tautan yang bermasalah, sampai isian konten yang belum juga jelas kategori dan tagnya :(.

Maka dari itu, hari sabtu nanti settingannya akan kuganti total. Mungkin akan ada postingan yang dihapus, diganti, diperbaiki. Mungkin juga akan ada gebrakan baru buat 2017 nanti.

Padahal aku sendirinya suka ngedesain, masuk organisasi di kampus, masuknya ke departemen syiar lah, KIK lah, eksternal lah, semua yang berhubungan dengan humas dan desain. Tapi nyatanya di blog-ku sendiri belum pernah terganti gambar asing comot dari google.

cropped-cropped-rewalls-com_57719

Oh iya, karyaku yang diterbitkan nambah satu lho 😀

P_20161228_142026_p.jpg

Kumpulan cerpen, judulnya ‘Kampung Api’. Sebuah kumpulan cerpen dari para peserta lomba cerpen yang diselenggarakan oleh Hima Bahtra Bahasa Universitas Bengkulu tahun 2015. So last year sih, dan mengingatkanku bahwa kali itu pertama kalinya Rizki menang dariku. Dia juara dua, sementara aku cuma dapat kesalnya saja (baca Behind the Scene cerita ini disini). Kesel nggak juara, kesel juga karena ketidakjelasan panitianya waktu itu, haha.Read More »

Kendari Day 6! (LAST)

16/10/16

! Warning ! Banyak foto-foto narsis!!

Pulang! Ah, rasanya masih mau disini. Makan, tidur, jalan-jalan dan lomba. Kerjaan rumah yang dilakukan palingan cuma nyapu kamar, itupun gantian dengan Kak Lingce dan room service. Hidup foya-foya memang selalu menyenangkan :v

Dan lagi, kali ini perginya di minggu keenam. Yang biasanya hanya dihabiskan dirumah, menggerutu dalam hati karena tidak bisa kemana-mana dan hanya punya jadwal harian beres-beres rumah. Nggak keren kalau ditulis di blog. Makanya kali ini aku bersyukur sekali diberi kesempatan berkompetisi sekaligus jalan-jalan ke pulau yang sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya. Makasih semuanya 😀

IMG_20161014_171112.jpg

*Mama, Abah, Bagian kemahasiswaan di Rektorat dan yang lain-lain.

Karena check out-nya jam 10 pagi, maka Kak Lingce dan lainnya (yang kayaknya begadang tadi malam) bisa packing dulu. Aku juga, memastikan tidak ada barang-barang yang ketinggalan. Kan repot kalau mau ngambilnya, Sulawesi lho!

P_20161016_083927.jpg

Kemudian jam sepuluh lewat, kami berdua dipanggil kebawah. Rupanya semuanya sudah siap, koper-koper berserakan di lobi yang penuh asap rokok. Bus dan mobil sudah stand by didepan hotel, tinggal naik saja. Tinggal menunggu kami berdua turun, juga. Haha. Padahal yang ditunggu tidur-tiduran saja di kamar, mwehehee.Read More »

Kendari Day 3!

13/10/16

Hunting!

Sebenarnya dalam rundown biasa, ga ada acaranya anak cerpen hunting. Technical meeting hari Rabu, kemudian lomba delapan jam di FMIPA UHO. Begitu saja, selebihnya (mungkin) akan kuhabiskan dalam kamar hotel seharian atau mendukung teman-teman yang lain tampil. Tapi ketika TM, diberitahukan bahwa kami akan HUNTING kebeberpa tempat tourisme di Kendari!

Uyeah!

Jadi, pagi itu dengan semangat yang membara (cieh) aku bersiap, serta berkali-kali ngecek ke arah restoran (lapar broh!). Tapi baru jam setengah delapan lah, sarapannya disajikan. Aku cepat-cepat makan lalu berangkat bersama bang Wira (Fotografi hitam putih) dan bang Meiza (Lukis) yang akan hunting juga.

Sampai di FMIPA, aku menyapa peserta lain yang belum kukenal. Rupanya mereka peserta penulisan lakon. Lho dimana yang cerpen? Sudah di bus! Haha.

Jadi pada hari itu, lokasi pertama yang dikunjungi adalah… Universitas Haluoleo. Bercanda ding, cuma lewat saja dengan Kak Widi sebagai MC mendeskripsikan lokasi yang akan dikunjungi. Kemudian selama perjalanan itu, dimulai perkenalan masing-masing peserta dengan menyebutkan asal dan hal yang unik dari diri mereka. Aku yang tanpa berpikir panjang asal sebut “ga suka mikir” buat menjadi deskripsi. -_- padahal hal tersebut kurang spesifik dibandingkan “suka oren” atau “fans berat niko :P” atau “ingatan pendek” atau “sering beruntung”. Selain itu jadi imej negatif buat orang-orang, duh duh.

P_20161013_090501.jpg
RUNDOWN!

Selama perkenalan, aura yang kurasakan positif, namun beberapa pasang mata mengincar bagaikan elang. Bagaimanapun ini kompetisi, kan? Dan akupun merasakan tekanan yang luar biasa (nggak keliatan aja) ketika sebagian besar dari mereka menyebutkan prodi bahasa dan sastra. Lha aku ini siapa nyasar dimana XD. Cuma belajar otodidak yang suka ngarang cerita, sama sekali tidak pernah memperhatikan EYD atau majas-majasan. Yang kutahu hanya cerita itu harus bikin pembaca berdebar!Read More »

Air Mata

Hus! Jangan diketawain!”

Rira cepat-cepat menutup mulutnya, tapi masih terkikik dengan matanya. Dan yang melihatnya hanya bisa melemparkan pandangan kesal. Kok bisa ya, ada cewek yang ga punya perasaan seperti ini.

Padahal Dina, teman sekelas mereka sedang menangis di tengah-tengah sahabaynya. Dicampakkan pacarnya sesaat sebelum kelulusan. Katanya sih, karena beda universitas.

Mungkin memang tidak semua orang harus menanggapi berita ini serius, toh kasus Dina putus-nyambung seperti ini sudah ketiga kalinya dalam tahun terakhir mereka di SMA. Tapi, saat mendengar tawa Rira tadi, rasanya siapapun akan mengira Rira sedang menjelekkan Dina.

Meskipun memang kenyataannya begitu.

Merasa menjadi pusat perhatian, Rira ngacir keluar ruangan, yang kemudian diikuti oleh Dan.

“Gara-gara nggak pernah pacaran kali ya, kamu ga punya perasaan kayak gitu,” komentar Dan. Rira mengambil duduk di bangku,  nyengir.

“Ga jugaaaaa….”

“Aku jadi penasaran, kalau kamu nangis gimana,” ujar Dan berikutnya. Rira malah menjulurkan lidah, “aku nggak akan pernah nangis didepanmu lah, week.”

“Soalnya aku tau bakal diketawain, hahaha!”

Dan ngedumel dalam hati, kapan ya, anak ini bisa serius?

“Oh iya, minggu depan aku udah bimbel di Jakarta.”

“Lah, nggak disini aja?”

“Ada tempat bimbingan alumni yang bagus, ya, sekalian cari pengalaman.”

Rira meletakkan tangannya didagu. “Kita ga ketemu lagi dong. SBMPTN juga disana?”

“Iya. Sekaligus.”

“Sekaligus diterima kuliah disana?”

“Yang itu belum tahu,” ujar Dan, mengangguk pada adik tingkat yang menyapanya. “Tapi maunya sih begitu.”

“Yah…”

“Kamu nangis, aku ga jadi pergi deh,” ucap Dan tiba-tiba.

Rira berpose seperti detektif conan, mengeluarkan suara hmmmm tanda ia sedang berpikir. “Ga mauuu…”

***

Kemarin, berbeda dengan hari ini.

Dan menemukan Rira berdiri mematung, badannya bergetar lemah, kemudian terdengar isakan darinya.

Tiba-tiba saja ia merasa bersalah telah meminta Rira menangis.

Kukira aku bisa mengusap air matamu.. dan itu akan jadi sangat romantis.

Bulir-bulir air mata bergulir bergantian dipipinya. Sesekali Rira harus mengelap hidungnya, yang ikut-ikutan basah, dengan bunyi srooot  yang mengganggu. Sekarang ia menangis keras, lebih keras daripada pelayat lainnya.

Aku tidak ingin pergi…

Bayangan Dan yang berusaha menggapai pipi Rira kemudian menipis dan hilang…

 

Bengkulu, 8 September 2016


Cerpen ini sekali tulis aja kemaren. Ga pake mikir. Makanya kalau ada kesamaan tokoh dan tempat atau sejenisnya jangan dibawa baper, plis 😀

Aku masih belum bisa eksperimen ke judul. Ada yang mau bantu kasih tips judul atau perbaiki judul yang ini?? 😀

 

Te rima kasih!

P.S : tadi masuk SMS dari orang rektorat, katanya anak-anak peksiminas bisa mengukur baju di penjahit. Ih cie ada baju kompakannya. Kegiatan ini sudah didepan mata!!

 

Ruang Kosong

“Nge-chat siapa sih?” Mia melongokkan kepala ke kolong meja Gina, yang dengan terburu-buru (dan mencurigakan), melempar hpnya ke sudut paling dalam, sekaligus menimpuk hp yang tidak bersalah itu dengan buku Fisika Kuantum.

“Bukan siapa-siapa.”

“Alaaah, biasanya juga aku yang ngebalesin chat-chat di line kamu..” paksa Mia. Wajah sahabatnya tidak bisa berbohong. Pasti ada yang disembunyikan.

Dan pasti tentang cinta, cieeh.

Gina mendorong Mia kembali ketempat duduknya, “yang ini beda lah…”

“Akhirnya ada yang menarik hati, begitu?” tanya Mia, bertopang dagu sambil mengedip-ngedipkan matanya genit.

“Maunya sih…”Read More »

Kado Ulang Tahun

Bayangan itu menyeberang dari satu sisi jalan ke sisi lainnya, tanpa suara. Memanfaatkan kelamnya malam dan sunyinya lelah untuk mengintai. Dimana-mana pintu tertutup, lampu dimatikan, hanya neon papan reklame yang berkedip-kedip di jalan itu.

Berjalan diam-diam dengan kondisi awas, bayangan itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah teropong kecil. Dengan itu, ia mengamati kondisi medan yang ia akan masuki. Atau tidak masuk, karena tugasnya hanya mengamati. Menyelidiki pergerakan.

“Kak?”

Bayangan tadi separuh terlonjak karena kekagetannya, ditemukannya wajah familier menatapnya dibawah pencahayaan seadanya. Adiknya.

“Kenapa kamu disini? Kakak sedang berkerja!”

Rindu menarik sesuatu dari belakang punggungnya, “Selamat ulang tahun!”

Sepotong kue cupcake dengan lilin berdiri diatasnya disodorkan pada Adit. Rindu memantik api, yang kemudian langsung ditiup Adit sebelum dapat membakar sumbunya.  “Terima kasih ya. Tapi kalau begini terus, kakak bisa ketahuan!”

“Ini dibuka dulu!” paksa Rindu, “aku sudah bela-belain ngikutin kakak dari tadi!”Read More »

Cek FiraFirdaus di Wattpad!

Liburan hampir usai. Mestinya novel yang dikerjakan juga rampung. Nyatanya nggak 😛

Terlalu banyak ide membuat tidak fokus, apalagi unlimited internet bikin gampang streaming. Daripada ngetik aku malah lebih sering ngegoogle “gimana cara bikin video di youtube”, dsb, ga guna. Toh nanti pas balik ngampus ga bakalan ada waktu buat bikin video main-main. Pun kalau bikin vlog siapa juga yang mau nonton. Nanti aja kali yak kalau udah punya asisten editor video, haha.

BTW, sudah setahun serial Firchayala diupload di blog ini. Mengingat tahun lalu masih amat sepi, dan aku berusaha keras menaikkan jumlah postingan dengan memasukkan konten dari potongan-potongan novelku. Novel lama yang belum diterbitkan, karena berbagai kondisi dan alasan.

Ingat banget waktu itu cuma mbak ayumie yang ngelike, haha.

Ya iyalah waktu itu aku ga promosi kemana-mana, follower wp juga dikit banget.

Kemudian datanglah liburan kali ini, memberiku ide untuk upload di wattpad.

*yang sebenarnya mengulang luka lama ga ada yang baca, kan followernya cuma 1-2 orang, haha. Parah.

Udah tau gitu, aku masih pengen mencoba. Mungkin kalau di blog susah membacanya, dan lagipula kata beberapa orang tamplate blogku berat kalau dibuka lewat hp. Jadilah kupilih wattpad, yang lagi seru dikalangan anak muda. Wattpad udah kayak perpustakaan buku teenlit dan romance, yang gratis tis is s.

#kertasmahal.Read More »

Blogger Bengkulu!

Saat mencoba untuk aktif kembali ngeblog, tujuanku cuma buat mengalahkan Maya dalam kompetisi kecil-kecilan bikinan kami. Sebulan penuh siapa yang paling banyak ngepost. Maka pada bulan itu juga aku sibuk membagi novelku (FIRCHAYALA, yang belum juga dijadikan penerbitnya dan akhirnya jadi dokumen pribadi saja) jadi tulisan pendek-pendek. Setelah mendapatkan cukup banyak stok tulisan (yang pasti bikin Maya K.O), aku mulai berpikir, selanjutnya apa?

Punya blog punya banyak keuntungan. Mulai dari memproduktifkan karya, memperbanyak teman dan juga menghasilkan uang (meskipun yang terakhir belum juga tercapai, haha). Tapi aku sempat ragu apakah aku bisa menulis rutin, mengingat proyek novel duetku bersama cricket guy sudah berjalan lebih tiga tahun dengan prognosis dubia 😀Read More »

Paragraf Delapan

“Dalam beberapa hari ini, apa kau tidak menemuinya?”

Aku tergelak. Semua parameter ini, sambutan menengangkan dari mereka, kartu nama ini, benar benar membuat perutku tergelitik. Aku tertawa besar-besar, sambil memperhatikan wajah mereka yang tiba-tiba jadi lucu.

“Aku bahkan baru mendarat tuan,” kataku, masih tertawa. “Kalian hebat sekali menghubungkanku dengan penusukan itu. Tapi saking hebatnya kalian bahkan tidak mengecek catatan perjalananku? Tuan tuan, aku baru saja mendarat disini beberapa menit lalu. Sebelumnya aku menikmati nikmatnya sinar matahari tropis Bali. Dan kalau kalian cek paspor ku, terakhir kali aku berpergian keluar negeri adalah enam bulan yang lalu..”

“Brak!” Albert memukul meja. Aku berhenti tertawa, baru menyadari raut mukanya yang berubah.