Dukung Kami Di SRF FK USU 2017!

Halo!

Pada bulan Desember ini, aku, Panji dan Nadia dari FKIK UNIB angkatan 2014 dan 2015, berkolaborasi dalam mengumpulkan ide dan gagasan untuk membuat poster yang akan kami ikut sertakan dalam lomba Scripta Research Festival Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2017.

Meskipun ini yang ketiga kalinya berkolaborasi dengan Panji (dua lainnya yaitu DSM FKG UI dan Spora FK UNSRI), rasanya amat berbeda dengan adanya Nadia di tim kami! Duta Kesehatan ISMKI Wilayah 1 ini kugandeng karena pengalamannya dengan data-datanya tentang pertembakauan dan berbagai efeknya bagi Indonesia. Karenanya juga, poster-poster kami kaya data dan materi (sampai akhirnya bingung mau masukin materi yang mana :D).

Poster publik kami bertajuk “Benarkah Merokok Membuatmu Sakit?”Read More »

Iklan

Renovasi Blog Part 4 + Kampung Api

2 ujian lagi sob! Praktikum mikrobiologi dan parasit untuk besok, dan SUMATIF 2 untuk Jumat. Asik. Kalau tidak ada remedial, berarti tahun baruan nanti sudah lepas dari semester 5! Uyeah!!

Berkaitan dengan waktu libur terakhir (karena semester-semester berikutnya mungkin sudah sibuk sekali, akhir semester 6 KKN, semester 7 persiapan masuk klinik (kalau lancar, hehe), lulus kemudian koas (AAMIIN) di rumah sakit), aku pengen banget menyelesaikan urus-mengurus blog sehingga nyaman untuk dijadiin sarang tulisanku. Mulai dari urusan domain (yang sampai sekarang tidak juga berubah, padahal sudah beli tapi ga bisa buat wordpress katanya *pyar!), template blog yang makin lama dipandang makin membosankan, tautan yang bermasalah, sampai isian konten yang belum juga jelas kategori dan tagnya :(.

Maka dari itu, hari sabtu nanti settingannya akan kuganti total. Mungkin akan ada postingan yang dihapus, diganti, diperbaiki. Mungkin juga akan ada gebrakan baru buat 2017 nanti.

Padahal aku sendirinya suka ngedesain, masuk organisasi di kampus, masuknya ke departemen syiar lah, KIK lah, eksternal lah, semua yang berhubungan dengan humas dan desain. Tapi nyatanya di blog-ku sendiri belum pernah terganti gambar asing comot dari google.

cropped-cropped-rewalls-com_57719

Oh iya, karyaku yang diterbitkan nambah satu lho 😀

P_20161228_142026_p.jpg

Kumpulan cerpen, judulnya ‘Kampung Api’. Sebuah kumpulan cerpen dari para peserta lomba cerpen yang diselenggarakan oleh Hima Bahtra Bahasa Universitas Bengkulu tahun 2015. So last year sih, dan mengingatkanku bahwa kali itu pertama kalinya Rizki menang dariku. Dia juara dua, sementara aku cuma dapat kesalnya saja (baca Behind the Scene cerita ini disini). Kesel nggak juara, kesel juga karena ketidakjelasan panitianya waktu itu, haha.Read More »

KENDARI H-2

09/10/16

Mungkin ada baiknya aku hela nafas panjang dulu.

Hirup dari hidung, keluarkan dari mulut. Biar rileks.

Mungkin nonton Node beberapa episode bisa mengusir kegundahan yang terlukis di wajah (mehehehe).

Iya, sekarang sudah minus dua hari keberangkatan. Galauku memuncak pada jam-jam seperti ini, seperti irama sirkadian korisol yang memuncak pada jam delapan pagi dan menurun setelahnya. Mungkin setelah mengetikkan beberapa kata ini, aku bisa fokus lagi ke persiapan ujian.

Bisa dikatakan aku memang sudah gila ambil resiko pergi lomba di minggu ke enam modul.

Nggak seperti fakultas lain yang hanya terbentur UTS dan UAS, kami di kedokteran punya jadwal yang cukup ketat dan peraturan yang mencekik orang-orang sepertiku yang masih punya mimpi lulus tepat waktu. Ya, seperti yang pernah kubilang pada post-post sebelumnya, sistem di FK kami tercinta ini adalah satu modul itu berjalan 6 minggu. 4 minggu belajar dan 2 minggu untuk ujian dan remedial. Setiap awal modul dimulai dengan membicarakan kontrak peraturan modul yang akan ditanda tangani diatas materai 3000. Peraturan yang paling kuingat tentu saja kehadiran kuliah sebanyak 80%, diskusi 75%, pleno 75%, ketidakhadiran yang diperbolehkan bukan bolos, tapi izin yang syar’i. Seperti sakit, izin kemahasiswaan dan izin keperluan keluarga.

Selama ini aku sudah beberapa kali pergi melancong menggunakan izin kegiatan kemahasiswaan. Yaitu pergi ke Medan (Baksoswil 1, 2014), Jakarta (Meridien Cup,2015), Semarang (IMSS, 2016). Selama tiga kali pergi itu, aku pergi diantara waktu 4 minggu belajar tadi dengan mematuhi peraturan persen-persenan tadi. Tentu saja dengan surat izin yang ditandatangani bagian kemahasiswaan dan sudah dapat izin ketua modul.

Masalahnya muncul ketika peksiminas ini berlangsung pada minggu keenam.

Antara lega dan menyesal ketika tahu acaranya di minggu keenam. Lega karena sebelum-sebelum ini biasanya dapat libur seminggu (alhamdulillah :)))) alias nggak ada remed. Menyesalnya, bagaimana kalau yang terjadi sebaliknya?

Sekarang sudah hari minggu sebelum minggu keenam.(ohmaygod)

Progress untuk keberangkatan : tinggal packing. Tiket dan uang saku beres.

Progress modul : ujian praktiikum sudah semua, tapi BELUM ADA YANG DIUMUMKAN. Untuk menambah galau, aku lulus pas-pasan sumatif 1. Itupun karena bantuan soal bonus. Aku masih ga tau bagaimana kelanjutan nilai yang sebenarnya nggak lulus tapi lulus karena bonus. Seperti tadi, belum ada pengunguman resminya juga. Sumatif dua pun baru esok hari, membuat tanganku ikut bergetar saat mengetik ini.

Tiga dokter (dosen) yang kutemui dan kuceritakan kronologi ini semuanya cuma bilang satu kalimat yang sama.

KALAU BEGITU JANGAN REMED

T.T

Nggak ada yang memberitahukan plan-B nya. Karena memang tidak ada plan B.

Kalau sudah sampai titik ini, mau membuat plan B dengan ga jadi berangkat sudah terlalu riskan. Tiket sudah dipesan, sudah pelepasan, uang saku dari rekrorat sudah ditangan, sudah ketemu kontingen lainnya, sudah janjian dengan kak lingce buat sekamar, sudah masuk grup kontingen, sudah dibilangin sampai ketemu sama delegasi dari daerah lain, sudah ini, sudah itu..

P_20160602_082233.jpg
Ini dokumentasi pertengahan 2016 pas seleksi. Panggungnya untuk nyanyi pop dan dangdut
P_20161006_143928.jpg
pelepasan oleh warek kemahasiswaan.. di depan juga ada pak andris sebagai ketua rombongan
P_20161006_151630_BF.jpg
Smanli skuad!!! Puisi, cerpen dan poster!

Batal berangkat karena remedial? Bisa-bisa aku jadi buron di UNIB. 😀

Sebenarnya kalau dipikirkan lagi, ucapan ketiga dokter itu berlaku untuk plan C yang (amit-amit jangan sampai) terlintas di benakku. Jangan remed. Pergi aja walaupun remed. Biar mengulang tahun depan sajalah modul ini.

T.T Kenapa kedengarannya lebih buruk daripada jadi buronan?

Sudah minggu keenam, lima minggu sudah belajar keras bikin pening sendiri karena bagi waktu belajar sama persiapan. Selain itu apakah salah aku ingin berkompetisi dan (aamiin) menang di kejuaraan nasional? Aku juga ingin bikin bangga fakultas dan universitasku!

Ga sanggup lagi ngomong karena suara sekarang sudah ikut bergetar.

Makanya semuanya kutulis.

Sticky notes sudah bertebaran dimana-mana, pengingat buat persiapan, dan pengingat rumus-rumus dan materi buat besok!

Kalau sudah begini ingat kata kak Rizki.

Belajar keras, serahkan pada Allah SWT.

Ayo fokus lageeeeeeeeeeeh!

Peksiminas H-2.

P.S : Sebenarnya H-1 ding. Kontingen Bengkulu semuanya berangkat besok. Jam delapan pagi. Pada jam yang sama ketika pesawat mereka berangkat, aku akan duduk manis di ruang ujian, mengerjakan soal-soal.

Iya, aku ditinggal rombongan dan berangkat hari selasa.

Duh perjuangan banget :’)

Semoga dapat hasil yang terbaik 😀

P.S.S : Untuk adik-adik FKIK, meskipun cerita diatas sangat menyeramkan, jangan pernah takut untuk mencoba pengalaman pergi ke Event-event nasional/wilayah ya. Karena meskipun semuanya perlu pengorbanan, pengalamannya selalu asik dan keren!

P.S.S.S : Iya iya, aku belajar sekarang! 😀

Air Mata

Hus! Jangan diketawain!”

Rira cepat-cepat menutup mulutnya, tapi masih terkikik dengan matanya. Dan yang melihatnya hanya bisa melemparkan pandangan kesal. Kok bisa ya, ada cewek yang ga punya perasaan seperti ini.

Padahal Dina, teman sekelas mereka sedang menangis di tengah-tengah sahabaynya. Dicampakkan pacarnya sesaat sebelum kelulusan. Katanya sih, karena beda universitas.

Mungkin memang tidak semua orang harus menanggapi berita ini serius, toh kasus Dina putus-nyambung seperti ini sudah ketiga kalinya dalam tahun terakhir mereka di SMA. Tapi, saat mendengar tawa Rira tadi, rasanya siapapun akan mengira Rira sedang menjelekkan Dina.

Meskipun memang kenyataannya begitu.

Merasa menjadi pusat perhatian, Rira ngacir keluar ruangan, yang kemudian diikuti oleh Dan.

“Gara-gara nggak pernah pacaran kali ya, kamu ga punya perasaan kayak gitu,” komentar Dan. Rira mengambil duduk di bangku,  nyengir.

“Ga jugaaaaa….”

“Aku jadi penasaran, kalau kamu nangis gimana,” ujar Dan berikutnya. Rira malah menjulurkan lidah, “aku nggak akan pernah nangis didepanmu lah, week.”

“Soalnya aku tau bakal diketawain, hahaha!”

Dan ngedumel dalam hati, kapan ya, anak ini bisa serius?

“Oh iya, minggu depan aku udah bimbel di Jakarta.”

“Lah, nggak disini aja?”

“Ada tempat bimbingan alumni yang bagus, ya, sekalian cari pengalaman.”

Rira meletakkan tangannya didagu. “Kita ga ketemu lagi dong. SBMPTN juga disana?”

“Iya. Sekaligus.”

“Sekaligus diterima kuliah disana?”

“Yang itu belum tahu,” ujar Dan, mengangguk pada adik tingkat yang menyapanya. “Tapi maunya sih begitu.”

“Yah…”

“Kamu nangis, aku ga jadi pergi deh,” ucap Dan tiba-tiba.

Rira berpose seperti detektif conan, mengeluarkan suara hmmmm tanda ia sedang berpikir. “Ga mauuu…”

***

Kemarin, berbeda dengan hari ini.

Dan menemukan Rira berdiri mematung, badannya bergetar lemah, kemudian terdengar isakan darinya.

Tiba-tiba saja ia merasa bersalah telah meminta Rira menangis.

Kukira aku bisa mengusap air matamu.. dan itu akan jadi sangat romantis.

Bulir-bulir air mata bergulir bergantian dipipinya. Sesekali Rira harus mengelap hidungnya, yang ikut-ikutan basah, dengan bunyi srooot  yang mengganggu. Sekarang ia menangis keras, lebih keras daripada pelayat lainnya.

Aku tidak ingin pergi…

Bayangan Dan yang berusaha menggapai pipi Rira kemudian menipis dan hilang…

 

Bengkulu, 8 September 2016


Cerpen ini sekali tulis aja kemaren. Ga pake mikir. Makanya kalau ada kesamaan tokoh dan tempat atau sejenisnya jangan dibawa baper, plis 😀

Aku masih belum bisa eksperimen ke judul. Ada yang mau bantu kasih tips judul atau perbaiki judul yang ini?? 😀

 

Te rima kasih!

P.S : tadi masuk SMS dari orang rektorat, katanya anak-anak peksiminas bisa mengukur baju di penjahit. Ih cie ada baju kompakannya. Kegiatan ini sudah didepan mata!!

 

Kado Ulang Tahun

Bayangan itu menyeberang dari satu sisi jalan ke sisi lainnya, tanpa suara. Memanfaatkan kelamnya malam dan sunyinya lelah untuk mengintai. Dimana-mana pintu tertutup, lampu dimatikan, hanya neon papan reklame yang berkedip-kedip di jalan itu.

Berjalan diam-diam dengan kondisi awas, bayangan itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah teropong kecil. Dengan itu, ia mengamati kondisi medan yang ia akan masuki. Atau tidak masuk, karena tugasnya hanya mengamati. Menyelidiki pergerakan.

“Kak?”

Bayangan tadi separuh terlonjak karena kekagetannya, ditemukannya wajah familier menatapnya dibawah pencahayaan seadanya. Adiknya.

“Kenapa kamu disini? Kakak sedang berkerja!”

Rindu menarik sesuatu dari belakang punggungnya, “Selamat ulang tahun!”

Sepotong kue cupcake dengan lilin berdiri diatasnya disodorkan pada Adit. Rindu memantik api, yang kemudian langsung ditiup Adit sebelum dapat membakar sumbunya.  “Terima kasih ya. Tapi kalau begini terus, kakak bisa ketahuan!”

“Ini dibuka dulu!” paksa Rindu, “aku sudah bela-belain ngikutin kakak dari tadi!”Read More »

Bulan Sabit Kedelapan

Siang! Huah, kurang lebih beberapa jam lagi, tepatnya besok pagi, bakal menghadapi ujian modul kedua untuk semester 2! (RENAL TERROR~). Sekarang lagi persiapan sih, tapi entah kenapa ada sesuatu yang bikin galau jadi pengen ditulisin dulu disini.

Eits, bukan galau nunggu jodoh kemudian sampai menghitung berapa kali periode bulan sabit ya. Judul itu adalah judul kumcer yang baru launch dari BEM Universitas Bengkulu. Kontributornya diambil dari pemenang dan peserta lomba Unib Berkarya yang pernah kuceritakan tempo dulu (maksudnya berbulan-bulan lalu. hehe. Iya, sekarang baru ada kejelasannya setelah terakhir dijanjikannya saat seminar bersama kurniawan gunadi > penulis buku Hujan Matahari).

Dan, sebenarnya aku mau berbangga hati sedikit, karena menurut pengunguman yang lalu, cerpenku jadi cerpen terbaik dan jadi juara satu. Yang judulnya Selamanya Sejawat, yang juga pernah kutulis behind the scene menulisnya disini.

Dijanjiinnya piala, sertifikat dan bukunya. Lumayan walaupun ga ada uang pembinaan (kan ini lomba, pake pendaftaran pula, hehe) karena ini masih acara mahasiswa. Tapi kemudian muncul rasa galau, ini kumcernya kapan terbit ya?Read More »