Kado Buat Orang-Orang Spesial

100_0385.JPG
Pas 15 tahun! 😀

Banyak yang mengatakan, kalau ulang tahun itu tidak boleh dirayakan, bukan budaya kita, seperti itu. Tidak aneh, karena nasihat seperti itu biasanyakan, buat mencegah kita yang mau melakukan hal-hal yang tidak perlu. Sebut saja seperti party berlebihan dan penyiksaan dari teman-teman.. Telur dan tepung saat ulang tahun? Dipermalukan dengan diikat ditiang kemudian jadi bau amis telur? Dih nggak heran ulang tahun tidak dirayakan. Tapi kado itu berbeda. Sebuah tanda bahwa kita ikut mengingat hari spesialnya dan betapa dia sangat berharga bagi kita sehingga pantas diberikan sesuatu. Apalagi jika kado itu tidak bisa diberikan pada kesempatan lainnya-cuma bisa pas hari itu saja-untuk menghindari penyimpangan niatan *hehe*. Takut dikira modus kalau memberikan barang pada seseorang yang kita sayangi pada hari biasa? Tunggulah hari ulang tahunnya!

Read More »

Iklan

6 Reasons Why I HATE CATS

Fira yang kalian kenal mungkin adalah seseorang yang punya banyak kucing. Senang bermain dengan kucing, bisa ngerawat kucing. Kalau ada kucing dibawah meja rumah makan, nggak bakal teriak ketakutan. Tapi dalam diri saya sendiri, ada banyak love-hate kucing yang membuatku masih ragu apakah aku benar-benar cats person atau salah satu hater kucing.

14592003_373839522989991_6479923966721916928_n.jpgRead More »

Ranking Satu

Jujur aku belum pernah ranking satu. Kecuali juara cerpen. Dulu sewaktu masih titel pelajarpun, aku tidak pernah dapat juara satu untuk lomba apapun. Memang pada dasarnya aku yang manusia biasa ini tidak pernah mengerti kenapa orang-orang super genius bisa tinggal di dunia dan belajar seperti manusia biasa. 😀

Dari tiga bersaudara, hanya Dinda yang pernah cicip juara satu. Itu juga pas kelas tiga SD. Aku ingat karena saat itu dia dibelikan sepeda. Sepeda pink dengan keranjang. Aku iri karena sepeda terakhirku adalah sepeda kecil anak lima tahunan. Tapi setelah itu dia tidak pernah lagi juara. Aku juga. Si Abi, adik bungsuku yang hobi baca komik tapi genius matematika, berulang kali dapat tawaran menyenangkan dari Mama, agar dia sedikit bersemangat belajar. Mulai dari buku sampai jalan-jalan ke Jakarta. Macam-macam deh.

Pada dasarnya adik-adikku punya otak yang lebih encer untuk pelajaran, cuma gara-gara aku saja yang lahir deluan jadi sering ngibulin mereka XD. Tapi beneran lho, mereka kalau ujian nggak kelihatan belajar. Kalau aku? wuih seluruh kertas dan buku bertebaran diatas meja! Bisa sampai begadang! Karena aku parno kalau mengerjakan ujian tanpa bekal.

Malas, itu sebenarnya kekurangan mereka berdua. Yang satu hobi sosmed (aku juga sih, tapi kan sudah kuliah jadi lebih ke organisasi dan jaringan), yang satu suka ngomik (dan akhir-akhir ini suka bikin meme (baca: mim pokoknya bukan hal kotor ya)).

Nah, awal semester lalu ceritanya, aku bilangin sama si Abi yang sudah masuk sepuluh besar di kelasnya  (kira-kira begini)Read More »

Romantisnya Mama Abah [Family Trip, Mei 2014 Part 3]

Tahun ini bakal jadi yang ke-20 tahun kebersamaan Mama-Abah. Tentu saja aku ingat, soalnya tahun ini umurku 19 tahun (13 Juli nanti kasih kado yaa :D). Sepanjang 2016 sudah jadi tahun yang berkesan, salah satu pencapaiannya adalah bisa jalan-jalan back-packeran bareng meskipun perginya ke Jakarta dan mainnya ke Mall. Kalau dulu, mau jalan-jalan pasti ribet karena ada tiga anak yang mesti di atur-atur. Sekarang, kami sudah bisa jalan sendiri, Mama-Abah tinggal jalan santai di belakang sambil pegangan tangan 🙂

IMG-20160507-WA0018

Pas packing, tas mama dan abah digabung jadi satu dalam ransel besar yang digendong abah, jadi mama tinggal bawa tas kecil. Kadang-kadang malah ketika ransel ditinggal di hotel,  Abah yang membawakan tas mama saat jalan-jalan.

IMG-20160508-WA0016
Aku udah kayak papparazzi haha

Dan, meskipun sudah 20 tahun rumah tangga, mama abah selalu kelihatan seperti yang baru pacaran.Read More »

Demi Buku [Family Trip, Mei 2016 part 2]

Ingatkan ada BBW alias Bad Big Wolf sale awal Mei lalu?

Yang sanking menggemparkannya, gemanya sampai ke Bengkulu lewat jaringan book loversnya Abah. Padahal disini ga ada satupun selebaran atau spanduk tentang itu.

*ya iyalah neng, secara kamu tinggal di kota kecil. Lagian ngapain pasang iklan di Bengkulu, kan jualannya di tangerang, haha.

Aku masih ingat, gara-gara Abah ngeliatin broadcast pesan itu, aku sampai ngeluh-ngeluh nggak jelas, tentang kenapa aku tinggalnya di kota kecil kayak gini, dan kakak belum pernah sekalipun-padahal seorang pecinta buku-pergi ke bazzar buku besar…

hiks.

Yah mau bagaimana lagi, minat baca disini masih kecil. Mungkin selain aku kalau teman-teman dikampus ditanya dimana perpustakaan daerah, bakal sedikit yang tau. Sudahlah minat bacanya rendah, diserah arus globalisasi oleh handphone pula. Ya mana ada yang sempat baca buku kan? #pesimis #padahalsendirinyaitupenulis #generasimudamestibertindak

Realitanya begitu.

Sekarang sudah ada kesempatan, makanya schedule pertama kami yang kuajukan  adalah,

Pergi ke BBW!Read More »