First Day di Apoho

Tepat sebulan lalu aku dan rombongan FKIK UNIB pulang dari Enggano. Dalam sebulan ini pun, aku belum sempat menulis apapun tentang Enggano. Padahal sudah banyak draft dan data yang dikumpulkan untuk mengenalkan pulau terluar Indonesia yang eksotis ini. Pulau yang cantik, dengan penduduk yang ramah-ramah, dan suasananya yang bikin rindu.

P_20170812_154807.jpg

Pelabuhan Kahiyapu. Kapal Feri Pulau Tello sedang bersandar di dermaga menunggu untuk mengantarkan kami pulang. Dari kejauhan nampak Pulau Dua,  pulau yang belum sempat disinggahi anak-anak Apoho 😦

Untuk pertama ini, aku ingin menceritakan pengalaman pertamaku ketika menginjakkan kaki di pulau ini. Benar sebuah pengalaman yang tak bisa terlupakan, saat kapal perlahan mendekati pulau ini. Subhanallah pemandangannya. Lihat warna air lautnya, pantainya, dan cuaca pagi yang cerah menyambut kami.  Baca lebih lanjut

Iklan

Tidak Usah Bawa Laptop?

H-4 KKN Enggano.

Rasanya belum jelas apakah ini nyata atau tidak. Tapi teman-teman sudah semakin banyak yang posting persiapan, jadinya aku kepengen juga bersiap. Perjalananku paling lama ya paling mudik. Atau yang paling lama sekali, kalau tidak salah ya perjalanan ke Kendari tahun lalu. Seminggu, sendiri (bersama rombongan sih) jauh dari orang tua. Ya, katakan saja aku seorang anak rumahan, tidak pernah pergi jauh-jauh. Pun belum pernah melancong sendiri (yang tripnya murni cuma untuk jalan-jalan, bukan rapat atau ikut lomba).

Perasaan ini semakin nyata ketika kami dari KKN kelompok 3 berpamitan dengan lurah dan jajarannya. Dengan Pak RW dan juga KKN revolusi mental. Sudah selesaikah masa KKN di Bengkulu? Rasanya baru sebentar (kepotong lebaran sih). Belum pula sempat aku lari di pantai (pengen karena sekretariat cuma sepelemparan batu dari pantai). Pokoknya belum banyak yang bisa dilakukan, tapi sudah harus berpamitan, dan menyiapkan diri untuk pindah lokasi.

Lanjut ke persiapan. Akhirnya memberanikan diri untuk membeli sleeping bag yang ditawarkan salah seorang kawan. Juga mulai membuat list apa aja yang harus dibawa, sambil membatasi diri agar tidak membawa begitu banyak barang. Karena kalau kececer susah, kalau kebanyakan nanti dianggap mau pindah rumah (:P) kalau kekurangan takut disana mahal..

Tapi yang terpenting adalah gadget.

Gambar terkait

Tadi mama bilang, laptop bawa? Tidak usah lah. Baca lebih lanjut

KKN Enggano?

Hola gengs apa kabar. Seperti biasa, kalau sudah membuka laptop dengan tujuan akademik, pasti ujung-ujungnya buka blog kemudian malah menulis disini. Jangan tanya mengapa, pokoknya pengen saja terus menulis hal-hal yang tidak berhubungan dengan kuliah. Yah, begitulah.

Kali ini, aku ingin membahas tentang kegiatan akademik kampus yang (akan) kami hadapi. Yap, KKN. Kuliah Kerja Nyata. Yang singkatannya punya banyak penafsiran ala mahasiswa, Kuliah Kerja Ngosong lah, Kumpul Kumpul Nyata.. dan lain-lain. Program ini mungkin ada di banyak universitas, tapi ada juga yang sudah tidak ada. Di Unib sendiri, ada banyak jenis KKN yang ditawarkan. Yang paling bergengsi yang Internasional, ada juga KKN kebangsaan, KKN Enggano, KKN pesantren, KKN Revolusi Mental, KKN Merah putih dan pastinya ada yang rasa original, namanya KKN Reguler. Nama-namanya banyak, sampai membuat bingung para ibu-ibu dan bapak-bapak yang dulu kalau KKN ya KKN doang, nggak ada yang ini itu.. hehe

Baca lebih lanjut