Modul IKK dan ETIKA

Kembali lagi ke terror the series review modul yang ada di FKIK UNIB 😀

Yeiyy

Mulai dari awal semester tujuh ini, modul yang pertama dijumpai adalah IKK atau Ilmu Kedokteran Komunitas dengan beban sks 6, kemudian dilanjutkan dengan modul-modul dengan beban 2 sks seperti Etika, Hukum, CPD, EBM dan kegawatdaruratan.

Modul semester 7 ini berbeda dengan modul-modul yang ada di semester 2-6, karena sudah tidak membahas manusia dengan sudut pandang organ (contoh: modul respirasi (paru), modul kardiologi (jantung)). Modulnya jadi mirip modul semester pertama yang ada modul EBP3KH, Riset dan P2K2, tapi yang semester 7 lebih advance karena mahasiswanya dianggap sudah menguasai pemahaman dasar sebagai dokter. Semester 7 ini juga bisa dibilang sebagai persiapan untuk masuk klinik (a.k.a koass). Semakin dekat dengan gelar s.ked (uhuk :D)

Karena terasa seperti balik ke semester 1, modulnya jadi terasa lebih menyenangkan. Selamat tinggal buku anatomi, fisiologi, patofisiologi dan kawan-kawannya. Untuk sementara waktu, sih bukan selamat tinggal :D. Lagian kan ada tugas akhir (baca: skripsi) yang mesti dikerjakan (say hello lagi fir, dengan buku-buku tadi).

Makanya, kali ini postingannya bukan terror the series, tapi review modul. Belum sempat terasa gregetnya, tiba-tiba berakhir sudah (yang 2 sks hanya 2 minggu, sementara 6 sks artinya 6 minggu).

IKK

Baca lebih lanjut

Iklan

Timeline Skripsi di FKIK UNIB #1

19 September lalu, akhirnya aku berhasil maju sidang proposal skripsi 😀 Meskipun baru proposal, setidaknya aku sudah bisa sedikit lega karena penelitianku disetujui meskipun harus melewati beberapa tahap lagi seperti revisi proposal dan ethical clearance sebelum benar-benar penelitian. Maju seminar seperti checkpoint pertama perjalanan skripsi yang panjang. ½ S.ked kata orang-orang.

Jpeg

Cuma ada foto ini, selfie setelah maju proposal karena tidak ada yang bisa diminta tolong fotoin :’)

 

Oh ya, pada tanggal 19 lalu bukan hanya aku yang maju proposal. Di dua tempat lainnya yaitu FK UMP dan FK UNSRI, ada juga yang seminar 😀 Tanpa rencana apa-apa kami bisa-bisanya serempak maju proposal, hehe. Mereka adalah Icha dan Kak Mareta, kami bertiga sama-sama di kelas XA waktu SMA.

 

 

 

Aku ingat, selesai seminar kemarin beberapa adik tingkat bertanya, bagaimana caranya mulai proposal kak? Mengingat alur penelitian di FKIK UNIB memakan waktu yang agak lama dan memikirkan skripsi sejak dini adalah salah satu hal yang teramat sangat dianjurkan, maka aku ingin berbagi tips seputar memulai skripsi. Bukan tips sih, mungkin lebih ke apa saja yang kulakukan saat memulai. Berbagi pengalaman. Baca lebih lanjut

Musuh Bebuyutan : Catridge Printer

Minggu depan ujian sumatif untuk modul IKK. Jadwalnya hari senin dan selasa. Plus, aku juga akan seminar proposal skripsi pada hari selasa. Setelah banyak ujian sebelum ujian yang kulewati bersama teman-teman seangkatan yang ikut modul, hari ini aku dihadapkan dengan ujian lain, catridge printer canon Ip2770 ku tidak mau terpasang, atau mungkin salah pasang atau apalah maunya sehingga tidak mau ngeprint apa-apa. Jangankan ngeprint. Mau maintenance aja tidak bisa.

Ceritanya aku lagi masukkan tinta biru dan merah yang di infus yang sudah habis. Setelah itu, aku berinisiatif menyuntikkan tinta juga ke catridge untuk tinta biru karena memang di selang kelihatannya sudah kering. FATAL! Setelah kumasukkan ke catridge malah tidak mau ngapa-ngapain si printernya. HAAAAAA T.T

Baca lebih lanjut

First Day di Apoho

Tepat sebulan lalu aku dan rombongan FKIK UNIB pulang dari Enggano. Dalam sebulan ini pun, aku belum sempat menulis apapun tentang Enggano. Padahal sudah banyak draft dan data yang dikumpulkan untuk mengenalkan pulau terluar Indonesia yang eksotis ini. Pulau yang cantik, dengan penduduk yang ramah-ramah, dan suasananya yang bikin rindu.

P_20170812_154807.jpg

Pelabuhan Kahiyapu. Kapal Feri Pulau Tello sedang bersandar di dermaga menunggu untuk mengantarkan kami pulang. Dari kejauhan nampak Pulau Dua,  pulau yang belum sempat disinggahi anak-anak Apoho 😦

Untuk pertama ini, aku ingin menceritakan pengalaman pertamaku ketika menginjakkan kaki di pulau ini. Benar sebuah pengalaman yang tak bisa terlupakan, saat kapal perlahan mendekati pulau ini. Subhanallah pemandangannya. Lihat warna air lautnya, pantainya, dan cuaca pagi yang cerah menyambut kami.  Baca lebih lanjut

4 Tahun Nge-Blog

Kemarin. Hehe

Aku baru sadar setelah lihat pemberitahuan dari wordpress di notifikasi. 4 tahun sudah memulai kehidupan blogging di wordpress. Terhitung dari 2013, mulai menulis di sebuah platform khusus, bukan cuma di word lalu kemudian jadi tumpukan file yang terlupakan. Tapi waktu itu, kalau tidak salah bukan di Diatas Jam 11, melainkan di blog Omelan Kucing. Nggak srek dengan konsepnya, alih-alih ganti konsep baru aku malah bikin domain blog baru. Judulnya Tangga Hitam (terinspirasi dari tangga FKIK UNIB yang hitam-hitam, sedangkan lantainya putih. Konyol-konyol, pengennya memang dibuat seunik mungkin tapi belum nemu nama yang cocok.

Akhirnya jadi Diatas Jam 11. Bulan November 2014. Tulisan pertamanya Blog Baru! (padahal masa itu mana ada yang tahu kalau aku sudah punya dua blog sebelumnya, haha) tidak ada yang komentar. Blognya sepi… sekali, sampai setahun kemudian mulai menemukan cara efektif meningkatkan trafik.. blogwalking. Iya iya saya kudet banget. Di wordpress ada sistem follow, seperti Instagram yang memudahkan kita untuk melihat feed orang-orang yang kita follow. Semakin banyak kita like dan komentar di blog orang lain, makin tinggi kesempatan di notis dan balik follow. Baca lebih lanjut

Pemilu Gubernur Mahasiswa FKIK UNIB

KPU, adalah salah satu organisasi yang timbul tenggelam di kehidupan kampus FKIK. Munculnya hanya ketika para manusia di BEM sudah minta demisioner. Timnya pun direkrut dari anggota tahun lalu yang masih ingin di KPU. Semacam volunteer? Begitulah.

Tahun ini tahun keduaku di KPU. Tahun lalu di publikasi dan dokumentasi, sekarang bendahara. Yah, tapi pas hari-H merangkap semua sih, termasuk bantu jaga TPS (seperti yang kubilang tadi, KPU-nya relawan, jadi orangnya juga sedikit). Dari 08.30 sampai 14.30. Capek? Iya, tapi senang liat pemilihnya lebih banyak dari tahun lalu.

Oh iya, calonnya tahun ini ada 2 pasang. Pertama cagubmanya M. Burlian dan cawagubmanya Panji, keduanya dari angkatanku. Sedangkan lawannya, pasangan nomor 2 adalah Soni dan Wahyudi dari angkatan 2015. Hasilnya tidak bisa kuprediksi, karena keempatnya lumayan populer dikampus dan punya catatan kepemimpinan yang bagus. Burlian adalah kadiv untuk divisi Pengabdian Masyarakat di BEM, sedangkan Panji adalah kadiv untuk divisi KIK, serta kadiv untuk ICT di ISMKI Wilayah 1. Panji juga merupakan komandan tingkat angkatan. Pasangan berikutnya juga tidak kalah, Soni adalah komandan tingkat untuk angkatan 2015, dan Wahyudi adalah sekretaris umum FI-MADINA untuk kepengurusan tahun ini. Baca lebih lanjut

UNTITLED

Andai bikin skripsi semudah ngeblog, #sigh

Balik dari Enggano, balik ke rutinitas biasa. Ngampus dan bimbingan skripsi. Modul pertama di semester tujuh adalah IKK atau ilmu kedokteran komunitas. Di modul ini kami belajar basic things yang perlu diketahui dokter. Bukan penyakit atau obat, tapi lebih pada belajar memahami jabatan sebagai dokter dan bukannya hanya tukang menyembuhkan. Seperti misalnya, aturan bpjs, dlp, hukum dan etik kedokteran. Di modul ini juga, kami juga survei ke puskesmas dan perusahaan (bukan buat magang tapi buat observasi). Baca lebih lanjut

MELTED

[Short story]

Selalu terlambat, gumamku sambil memandang jam tangan. Gadis yang baru saja muncul dari balik pintu kaca itu menyatukan kedua tangannya didepan dada, minta maaf dengan cengirannya yang khas. Aku hanya memutar bola mata, begitu terbiasa dengan keterlambatannya pada setiap pertemuan. Sejak SMA.

“Ngomong OTW-nya aja udah dari setengah jam yang lalu. Mampir kemana aja?” cetusku. Dua kantong kresek yang diletakkannya diatas meja menjadi bukti bahwa dia memang singgah ke suatu tempat.

“Oh ini,” ia mengeluarkan sesuatu dari kantong yang pertama, yang lebih besar, “kue.”

Sebelum aku sempat berkomentar, dia sudah menyibukkan diri dengan memasang lilin pada kue itu. Bukan lilin angka dua dan nol seperti usianya tahun ini, tapi hanya satu lilin. Dia lalu menyalakan lilinnya. Baca lebih lanjut

Tidak Usah Bawa Laptop?

H-4 KKN Enggano.

Rasanya belum jelas apakah ini nyata atau tidak. Tapi teman-teman sudah semakin banyak yang posting persiapan, jadinya aku kepengen juga bersiap. Perjalananku paling lama ya paling mudik. Atau yang paling lama sekali, kalau tidak salah ya perjalanan ke Kendari tahun lalu. Seminggu, sendiri (bersama rombongan sih) jauh dari orang tua. Ya, katakan saja aku seorang anak rumahan, tidak pernah pergi jauh-jauh. Pun belum pernah melancong sendiri (yang tripnya murni cuma untuk jalan-jalan, bukan rapat atau ikut lomba).

Perasaan ini semakin nyata ketika kami dari KKN kelompok 3 berpamitan dengan lurah dan jajarannya. Dengan Pak RW dan juga KKN revolusi mental. Sudah selesaikah masa KKN di Bengkulu? Rasanya baru sebentar (kepotong lebaran sih). Belum pula sempat aku lari di pantai (pengen karena sekretariat cuma sepelemparan batu dari pantai). Pokoknya belum banyak yang bisa dilakukan, tapi sudah harus berpamitan, dan menyiapkan diri untuk pindah lokasi.

Lanjut ke persiapan. Akhirnya memberanikan diri untuk membeli sleeping bag yang ditawarkan salah seorang kawan. Juga mulai membuat list apa aja yang harus dibawa, sambil membatasi diri agar tidak membawa begitu banyak barang. Karena kalau kececer susah, kalau kebanyakan nanti dianggap mau pindah rumah (:P) kalau kekurangan takut disana mahal..

Tapi yang terpenting adalah gadget.

Gambar terkait

Tadi mama bilang, laptop bawa? Tidak usah lah. Baca lebih lanjut

Sifat yang Mudah Terpengaruh

Catatan kecil aja sih, tentang pengalaman KKN dan Skripsi yang kudapatkan beberapa minggu ini. Hasil pengamatan yang mungkin semua orang juga tahu, tapi lupa. Atau tidak merasa bahwa dirinya tidak setegar yang dia kira.

Kalau orang lain malas dan menggampangkan masalah, kita yang berada di kelompok tersebut apalagi bukan ketua tim, akan lebih mungkin ikut-ikutan pasrah dan menggampangkan masalah itu juga. Leadership itu penting, karena tidak semua orang bisa bikin inisiatif. Baca lebih lanjut