Rencana 2018 | Wanna One, Koas, Half Marathon dan Lainnya

RENCANA 2018

Hari terakhir 2017 ini melelahkan. Pagi start dari Kepahyang lalu menuju Lubuk Linggau melalui Curup. Konvoi dengan mobil saudara karena mau lewat Palak Curup. Di Linggau hanya sampai sore, karena takut kemalaman di jalan. Jalan lintas Linggau-Curup dikenal rawan, jadi agak menakutkan kalau lewat sana malam-malam.

So, here I am, kota Curup yang dingin. Dirumah Oma untungnya sudah ada wifi, jadi bisa update postingan blog terakhir di 2017, mengikuti tradisi 2016 dan 2017 hihi. 2017 merupakan tahun yang lumayan berkesan, terutama dari bulan Mei-Desember, karena ada Produce101 dan Wanna One, haha (merasa bangga karena mengidolakan Kang Daniel sebelum dia terkenal).

18950342_1454675421238583_5630594660679286784_n
Transformasi Kang Daniel selama di produce101. Bunny teeth & Pink Hair to The Sexy Man & Nations Pick

Read More »

Iklan

Perpustakaan Kita

Dari mana ngejelasinnya ya? Supaya bisa dicerna baik-baik dan dipertimbangkan nasihat yang sebenarnya mau saya kemukakan sebenarnya?

Hari ini saya mau cerita tentang akun instagram perpustakaan universitas saya sendiri. @unib.library. Saya sudah follow akunnya sejak beberapa minggu lalu. Akunnya sudah punya follower 2060 akun dan memfollow 1474 akun. Postingannya lumayan banyak dibandingkan akun instagram perpustakaan universitas lainnya. 475.

Screenshot-2017-12-23 UPT PERPUSTAKAAN UNIB ( unib_library) • Instagram photos and videos

Pada awalnya, saya hanya lihat sekilas saja. Oh, akun ini nge-share judul-judul skripsi/tesis agroindustri yang masuk. Wah, update juga nih akun, pikir saya. Jujur, selama ini saya jarang sekali ke perpustakaan universitas, bahkan tidak punya kartu pinjam universitas, padahal saya dari SD-SMA paling suka nongkrong di perpus. Kenapa? Pertama cukup jauh dari kampus kedokteran dan saya nggak punya motor. Bisa sih jalan kaki, tapi alasan kedua, buku-buku kedokteran di perpustakaan kampus lebih lengkap daripada perpustakaan universitas. Apa aja ada, tinggal tanya pak Mau, hehe.

(Dan beberapa alasan lainnya, tapi malas lah dijabarkan disini)

Iseng, saya swipe ke kanan beberapa postingannya hmm, isinya tesis. Swipe lagi ke kanan, oh ada abstrak. Swipe lagi, halaman pertama bab 1, swipe lagi, halaman pertama bab 2, *swipe swipe* eh, ada halaman hasil dan pembahasan juga 😀Read More »

Link Review Modul

10649796_864173323592676_4788404661055363210_n.jpg
Foto saat LKMM dasar di kampus.

Dari awal, niat bikin review modul (atau dulu namanya #terrortheseries karena setiap modul pasti punya terror/bebannya masing-masing) itu biar dijadikan kenangan bagaimana up dan downnya saya saat melewati modul-modul tersebut. Banyak yang nulisnya singkat, entah karena kelupaan nulisnya atau karena jeda antar modulnya terlalu singkat jadi ga bisa nulis panjang-panjang.Read More »

Modul ManBen, Our Last Modul..

Screenshot-2017-12-19 Fira Firdaus ( firafirdaus13) • Instagram photos and videos(5)
sumber foto : IG @labskillfkunib

Manben, alias modul Manajemen Bencana adalah modul terakhir mahasiswa semester 7. Modul terakhir pre-klinik pendidikan dokter, yang artinya kalau skripsi dan ujian keterampilan klinis kamu juga udah kelar, artinya kamu udah mau masuk gerbang per-koas-an. Tinggal nunggu yudisium dan wisuda. Tapi tolong jangan tanya apakah saya sudah mau masuk koas awal tahun depan, karena saya belum selesai skripsi, hiks. Udahlah, lanjut bahas modul dulu hehe 😀

Modul ini adalah modul elektif. Jadi mahasiswa semester 7 pada awal semester (saat mengisi KRS) boleh memilih mau belajar apa modul terakhirnya. Pilihannya ada manajemen bencana, herbal dan manajemen puskesmas. Tapi meskipun boleh memilih, modul yang akan diselenggarakan hanya modul yang dipilih terbanyak. Mengingat keseruan kakak tingkat angkatan 2013 yang tahun lalu mengambil modul manajemen bencana juga, akhirnya kami yang mengambil modul memilih manajemen bencana juga.

Seperti namanya, yang dipelajari adalah bagaimana manajemen bencana, terutama bagaimana posisi dokter saat terjadi bencana. Durasi modulnya 2 minggu, tapi karena suatu dan lain hal ujian sumatif dan OSCEnya diundur. Kelebihan modul ini adalah.. tidak ada diskusi kelompok! Hehe. Juga beberapa kali ada praktik di lapangan, jadi boleh pake baju kaos dan celana training saja! (kegembiraan saye sebagai pecinta kaos). Kekurangannya.. ada OSCE alias Objective Structured Clinical Examination atau ujian klinis. Ngomongin OSCE rasanya ngeri-ngeri sedap gitu, apalagi kalau teringat masa-masa mendebarkan ujian OSCE. Tapi OSCEnya tidak didalam ruangan seperti biasa, tapi di lapangan. Juga tidak sendirian, satu lawan dua (OP alias orang percobaan dan Penguji). OSCEnya berkelompok, dengan menerapkan ilmu dari modul ini bagaimana kami bisa menyelamatkan korban bencana… gituuuRead More »

HUKUM, CPD dan EBM [Modul Review]

Kembali lagi ke review modul yang ada di FKIK UNIB 😀

Yeiyy

Di semester tujuh ini, modul-modul yang harus dilewati adalah modul-modul pendek kecuali modul IKK (6 sks). Setelah IKK, dilanjutkan dengan modul Etika, Hukum, CPD, EBM dan kegawatdaruratan yang durasinya hanya 2 minggu.

Modul semester 7 ini berbeda dengan modul-modul yang ada di semester 2-6, karena sudah tidak membahas manusia dengan sudut pandang organ (contoh: modul respirasi (paru), modul kardiologi (jantung)). Modulnya jadi mirip modul semester pertama yang ada modul EBP3KH, Riset dan P2K2, tapi yang semester 7 lebih advance karena mahasiswanya dianggap sudah menguasai pemahaman dasar sebagai dokter. Semester 7 ini juga bisa dibilang sebagai persiapan untuk masuk klinik (a.k.a koass). Semakin dekat dengan gelar s.ked (uhuk :D)

Pada review modul sebelumnya, aku sudah menulis tentang IKK dan Etika. Jadi sekarang lanjut review modul Hukum, CPD dan EBM .

P.S : karena bikin tulisannya pas laptop selesai diperbaiki, tulisannya delay banget hehe.Read More »

Bukan Blogger Kalau Nggak Bisa Ngereview! (Kelas Blogger Bengkulu Ke-3)

Siang ini, aku menghadiri kelas Blogger Bengkulu ketiga yang diadakan di lantai tiga gedung Telkom Bengkulu. Itu loh, yang ada di Simpang Lima. Meskipun hampir setiap hari melewati gedung ini, baru hari ini aku bisa masuk ke aulanya diatas.

Alhamdulillah hari ini tidak terlambat datang. Sebagian besar peserta baru mengisi absen dan meletakkan laptop di meja masing-masing. Ya, semuanya bawa laptop karena hari ini selain kelas nge-blog, ada acara flash blogging diakhir acara.

Tidak makan banyak waktu, acara langsung dibuka oleh Bang Piter sebagai moderator dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Blogger Bengkulu yaitu Mbak Milda. Selain kelas Bobe, nanti juga akan ada produk untuk di review, kata Mbak Milda.

Karena acaranya di telkom, hari ini spesial wifi-nya dari telkom. Langsung muncul nama wifi-nya Blogger. Wah spesial nih dari telkom untuk blogger bengkulu. Internet kencang sudah pasti kebutuhan setiap blogger kece kan ya 😀

22519547_10214974822953567_7749787269880538000_nMateri hari ini adalah “Cara Mudah Bikin Review Produk yang Menarik”. Wah, penting banget tuh. Untuk blogger, apalagi untuk aku yang kemarin masih bermasalah dengan tata cara mereview yang benar. Sudah pernah sih, tapi setiap membacanya selalu tidak puas. Seperti ada yang kurang.. Belum sekece tulisan blogger lain di Blogger Bengkulu.. Rasanya belum bisa “menjual” produk tersebut ke pembaca. Materi hari ini disampaikan Mbak Milda dan Mbak Ria, duo emak-emak blogger yang sudah banyak mereview dan memenangkan banyak lomba dalam ngeblog. Berguru kan harus dengan guru terbaik.Read More »

My Fangirl Story : Jeong Sewoon

Dan lagi, daripada mencari jawaban LTM yang harus dikumpul besok, saya malah buka google dan khilaf mengetik kata kunci Jeong Sewoon. 1507984207081.jpg

Cerita lagi ya, tentang Jeong Sewoon kali ini. Salah satu trainee yang bersaing di produce101. Dan dari 101 orang, dia adalah orang yang paling tidak beruntung karena dapat ranking 12, alias nyaris masuk Wanna One.

Pas final episode 16 Juni lalu, awalnya Sewoon diumumkan masuk dalam 4 orang yang berada di posisi antara 11, 12, 13 dan 14 (Cutoffnya 11 orang) beberapa saat sebelum voting ditutup. Hanya nama 4 orang itu saja yang diumumkan dalam pengunguman sementara. Termasuklah Daehwi yang tidak pernah keluar dari 11 besar dan Jisung. Pada saat itu aku hanya mendoakan 5 bias utamaku, Daniel, Ong, Jaehwan, Woojin dan Jisung. Padahal kata Uni Tya (yang ikut nobar final episode) 5 orang itu pasti masuk final line up.

Dan ternyata benar, Jisung diumumkan sebagai ranking 8, Woojin 6, Ong 5, Jaehwan 4 dan Daniel dapat posisi pertama. Aku puas 5 biasku masuk, tapi kemudian pada pengunguman ranking 11, ada nama Sewoon dalam 4 trainee yang mungkin dapat rank 11. Ha Sungwoon, Dongho, Jonghyun dan Sewoon. Keempatnya aku kenal baik, mereka masing-masing dapat screentime yang banyak selama produce101. Dan bisa dibilang mereka ber4 adalah orang-orang yang sudah terkenal (bukan trainee yang baru dikenalkan ke publik). Sungwoon adalah member Hotshot, Jonghyun dan Dongho adalah member Nuest W, dan Sewoon pernah ikut kompetisi KPOP STAR beberapa tahun lalu (Lagu yang dibikinnya sendiri “Mom, wait” aku suka banget).

Karena Uni Tya do’anya supaya member Nuest masuk, jadi aku langsung jadi pendukung Sewoon, hehe. Soalnya selama produce101, dia itu termasuk yang ga banyak omong tapi kharismanya keluar. Nggak banyak drama, cuma pure seorang trainee yang full of talent. Kalau dipandang lama-lama jadi gemes, habis itu jatuh cinta (eh).

Apalagi dia itu mirip Lee Seungi. Tapi ada juga yang bilang dia mirip Ponyo (karakter dalam film anak-anak “Ponyo”)

1970ea0d6f34c988d435630c755317db.gif
Episode awal banget, karena mereka datang paling awal mungkin ya, jadi kelihatan banget ngantuknya

 

pf1-4.gif
Memukau di penampilan vokal “playing with fire” dan dia satu-satunya yang pakai gitar.

Read More »

BOCI COME TRUE

Sebenarnya, jika menulis hal yang kusukai, aku tidak mau berhenti menulis hingga larut malam…

Karena itu, daripada mengerjakan ltm, bacalah satu lagi tulisan dari saye 😀

BOCI, alias Bolu Kelinci adalah proyek bisnis kelompok kami tiga tahun lalu (mungkin waktunya lagi pas sekarang, soalnya modul PDPT (saking lamanya lupa ini modul kepanjangannya apa) dulu ada mata kuliah kewirausahaan yang menuntut kami merencanakan proyek bisnis. Mulai dari proposal, promosi, produknya sampai penjualannya. Meskipun anak kedokteran ya, tetap harus belajar namanya wirausaha. Biar jadi dokterpreneur, rangkap enterpreneur. boci.jpg

Link tulisan 3 tahun lalu di modul ini : disini (tapi nggak selengkap terror the series lainnya sih, soalnya serius ngomongin modul baru pas semester 3 akhir..

(mungkin habis tamat semester 7, gap waktu sebelum koas akan kupakai buat melengkapi tulisan tentang semester 1, 2 dan 3 :D)

Waktu itu, aku sekelompok dengan Karisa, Cici, Burlian dan lain-lain (nggak ingat lagi, proposalnya pun sudah kuhapus kayaknya. Tapi aku pernah upload tentang hal ini beberapa tahun lalu di blog :D) Hasil diskusi kelompok (dikosan Cici yang luas) kami akhirnya memutuskan untuk membuat produk bolu yang berbahan dasar wortel. Supaya produknya lebih menyehatkan gitu haha. Read More »