Nenek-nenek Melek Teknologi?

Hei, apa kabar. Kembali lagi di blog Diatas Jam 11 yang untuk pertama kalinya di 2019 mengupload tulisan benar-benar diatas jam 11 malam.

Tiba-tiba saja aku pengen ceritain tentang nenekku. Beliau tahun ini mungkin berusia 64 tahun? Aku lupa karena kami tidak pernah merayakan ulang tahunnya, aku hanya ingat beliau pernah mengatakan kalau ulangtahunnya jatuh di bulan Februari.

Nenekku adalah seorang ibu dari 6 orang anak, ayahku yang tertua. Aku memanggilnya Nyai. Beliau bukan orang yang berpendidikan tinggi, hanya tamat sekolah dasar saja. Sejak muda dipinang Yai dan sibuk mengurus keluarga dan membantu mencari nafkah dengan berjualan pempek. Keluarga ayahku dulu bukan keluarga yang mampu, bahkan karena tuntutan ekonomi, Ayahku dan adiknya yang kedua harus tinggal terpisah dengan orang tua di Lampung sejak kelas 4 SD.

Meskipun hidup susah, Nyai dan Yaiku sukses membesarkan keenam anaknya menjadi orang-orang ‘berhasil’. Nyai sekarang tinggal dengan tanteku, adik ke-4 Ayah di Kepahyang.

Tahun lalu, kesehatan Nyai sempat drop sehingga masuk ICU. Setelah dirawat dirumah sakit sekitar 2 minggu, Nyai tinggal dirumahku untuk sementara. Alasannya karena akses pengobatan lebih mudah, terutama karena Nyai kadang membutuhkan bantuan oksigen.

Oh iya, Nyaiku itu badannya obesitas berat. Berat badannya mungkin lebih dari 100 kg meskipun tingginya hanya 150an cm. Karena susah bergerak dan berjalan, jadilah selama dirumah beliau mengisi waktu dengan berzikir dan berdoa. Tapi lama kelamaan beliau bosan, dan pada suatu hari oomku datang membawakan sebuah handphone.

49209697_105019617241775_2456471588208377856_n

Nyaii~

Yep.. sebuah handphone bermerk Asus yang layar sentuh. Selama hidupnya Nyai mungkin belum pernah memiliki sebuah telpon pintar. Namun diusianya yang sudah senja, ternyata beliau kepengen juga menikmati kecanggihan teknologi.

Karena kamarku disebelah Nyai dan karena aku adalah duta teknologi *ciah* di keluarga, aku kemudian didapuk untuk mengajari Nyai cara mengoperasikan handphone.

Awalnya whatsapp dan telpon saja. Nomor telpon anak-anak dimasukkan dalam kontak dan dalam minggu itu Nyai sudah bisa video call dan memantau sendiri kabar anak-anak dan cucunya.

Ahahaha, pokoknya yang lagi liburan tapi nggak bilang-bilang pasti ketahuan semua. Karena mudah begitu komunikasi, Nyai juga tidak kesulitan untuk menghubungi oomku yang lain jika isi tabung oksigen habis namun Ayah belum pulang. Praktis sekali.

Oh iya, setelah memegang handphone, Nyai jadi sering mengaji.. lewat handphone. Tapi Nyai juga jadi sering nonton youtube sampai larut malam.. hampir mengalahkanku dalam kontes begadang. Kadang kulihat historynya… macam-macam lah yang ditonton haha. Ini bukan lagi nenek memarahi cucu, tapi cucu yang memarahi nenek. Harusnya kuinstall youtube kids saja haha.

Paling malas kalau ternyata Nyai subscribe ke akun-akun gosip. Katanya sih kepencet-ya nggak salah juga sih karena jarinya besar-tapi ya kalau sehari-hari yang ditonton itu mulu, pasti ya yang keluar juga video semacam itu.

Tidak cukup dengan aplikasi dasar, Nyai minta tolong diinstallkan dan dibuatkan akun facebook juga. Keputusan ini sempat menciptakan polemik ke tante dan oomku yang masih berjiwa muda.. tentu mereka tidak mau orang tua mereka memantau aktivitas mereka di facebook! HAHA.

Nenekku tidak bisa membuat status di facebook karena jari-jarinya terlalu besar untuk mengetik di keypad, tapi beliau bisa stalking hingga ke zaman paling alay sekalipun. Apalagi karena beliau tau cara screenshoot, jadilah setiap melihat status Whatsapp beliau, selalu ada foto-foto keluarga besar kami yang diupload. Mungkin beliau rindu. Entahlah.

Melihat Nyai yang baru mencicipi teknologi smartphone membuatku banyak bersyukur tumbuh di zaman millenial. Apa saja bisa diakses dari handphone pintar. Teknologi, komunikasi, hiburan semua gampang dijangkau. Untuk Nyaiku yang sehari-harinya hanya dikamar, amat terbantu sekali dengan handphone ini.

Sayang cucu-cucunya kebanyakan tidak pake facebook lagi. Apa harus aku installkan Instagram juga?

*digebukin tante XD*

aa

Tentu saja aku nggak luput dari bagian dari status facebook nyai XD

Iklan

4 thoughts on “Nenek-nenek Melek Teknologi?

    • nenekku dari pihak ibu juga gitu kok bang, dibeliin yang canggih terus minta dikembaliin, mau yang biasa aja. Eh pas pulang haji bilang nyesal ga bawa hp yang canggih, karena jadi nggak bisa vidcall sama foto-foto 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.