I’m Back

Aku kangen nulis di wordpress dan berinteraksi dengan teman-teman di wordpress. Dua dari tiga postingan terakhir (Rencana 2018, Selamat Tinggal) adalah ironi. Aku merencanakan banyak tapi berakhir dengan tidak melakukan apapun yang berarti.

Misalnya dari postingan terakhir. Aku ingin berhenti posting di wordpress agar bisa fokus menulis di blog baru namun pada bulan Agustus aku malah menghancurkan fokus dengan memulai 2 blog baru lagi dengan niche berbeda-beda. Aku pikir aku bisa. Ternyata tidak.

Dari rencana 2018, hanya ada satu hal yang tercapai, yaitu demisioner dari organisasi.

Aku belum koas. Bahkan penelitian saja berhenti ditengah jalan. Ditahun 2018 aku hanya melakukan seminar proposal ulang. Yup, mengulang pekerjaan tahun 2017. Payah sekali kan? Banyak sekali alasanku untuk menunda. Entah karena aku belum siap dan kekanakan atau memang aku sudah menjadi orang yang gagal.

Jadi blogger produktif? Duh. Tau tidak, justru ketika aku mencoba memfokuskan diri untuk ngeblog, rasanya tawaran job blog malah menjauh. So sad. Padahal sekarang aku punya 3 blog yang harus diperpanjang tiap tahun domainnya.

Kemudian goal half marathon, meskipun di tahun 2018 aku mengikuti beberapa event lari (Bengkulu run 2k18 di bulan Maret, Bengkulu city run 2k18 di bulan Desember) tapi aku belum sempat untuk melakukan half marathon seperti yang kuinginkan diawal tahun.

Selanjutnya juga ada goal belajar bahasa yang juga gagal. Well, memang untuk bahasa inggris aku nggak bodoh-bodoh amat dan untuk bahasa korea aku sudah bisa baca hangul. Tapi maksudnya tidak ada perubahan yang berarti, masih jauh dari kata fasih seperti yang kuinginkan.

Terakhir, satu tujuan yang membuat diriku di 2019 menertawakan diriku sendiri di tahun 2018. Mandiri finansial.

Ha! Bagaimana fir, rasanya meneguk malu bulat-bulat?

Jaim minta uang saku, terlalu percaya diri bisa menghasilkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebiasaan foya-foya. 3 catatan penting yang tidak boleh kuulang lagi ditahun 2019. Pertama, karena aku orangnya tidak tenang kalau tidak pegang duit. Jadi ketika jaim dan berpikir ‘hei aku harus bisa mandiri finansial tahun ini’, aku nyatanya malah sedang menyiksa diri. Merasa kekurangan dan tidak bisa melakukan apa-apa, lalu merasa tidak berguna. Sudah umur segini masih minta orang tua? tapi kalau nggak minta malah kelaparan?

Rasa terlalu percaya diri juga ternyata menusukku dari belakang. Aku bisa bilang di beberapa bulan aku merasa punya banyak pekerjaan. Tapi di sebagian besar bulan aku adalah seorang pengangguran yang menunda skripsi demi sesuatu yang tidak pasti. Bodoh sekali.

Terakhir, kebiasaan foya-foya. Jika ditilik tahun 2018ku, aku benar-benar boros. Pertama karena aku membeli banyak album dan buku yang tidak penting. Juga tiket konser. Semuanya hanya menyisakan rasa bersalah. Aku mengutamakan kebutuhan tersier dibanding kebutuhan primer. Apalagi setelah tahu aku tidak bisa mendapat keuntungan apapun saat menjual kembali album, buku dan tiket konser itu. Untuk menjualnyapun butuh waktu yang tidak sedikit.

~

Kalau harus disimpulkan, 2018 adalah kegagalan besar bagiku. Bukan cuma dari semua tujuan yang tidak tercapai tapi juga kesehatan mental dan hubungan sosialku yang kian memburuk. Tidak pergi ke kampus dan berdiam diri dirumah ternyata tidak baik. Aku jadi insecure dengan sekitar dan menutup diri. Menjauh dari para pembimbing skripsi dan teman-teman yang mendukungku untuk maju. Sementara itu dirumah aku berlaku buruk pada orang tua dan adikku.

Hasil gambar untuk depression

Semoga 2019 jadi tahun yang baik bagi kita semua 🙂

Baca juga : Resolusi 2019ku

Iklan

5 thoughts on “I’m Back

  1. Ku masih ingat tulisan terakhir ituu wkwk. Inget karena sedih waktu itu mau ninggalin blog yang ini

    Semoga tahun ini jadi lebih baik ya!
    Mungkin banyak kejadian yang dilabeli “gagal” tahun lalu, tapi aku yakin itu cuma jalan lain yang dikasih ke kita untuk sadar kalau “berhasil” caranya nggak cuma itu. Yang terbaik untukmu~

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.