Rencana 2018 | Wanna One, Koas, Half Marathon dan Lainnya

RENCANA 2018

Hari terakhir 2017 ini melelahkan. Pagi start dari Kepahyang lalu menuju Lubuk Linggau melalui Curup. Konvoi dengan mobil saudara karena mau lewat Palak Curup. Di Linggau hanya sampai sore, karena takut kemalaman di jalan. Jalan lintas Linggau-Curup dikenal rawan, jadi agak menakutkan kalau lewat sana malam-malam.

So, here I am, kota Curup yang dingin. Dirumah Oma untungnya sudah ada wifi, jadi bisa update postingan blog terakhir di 2017, mengikuti tradisi 2016 dan 2017 hihi. 2017 merupakan tahun yang lumayan berkesan, terutama dari bulan Mei-Desember, karena ada Produce101 dan Wanna One, haha (merasa bangga karena mengidolakan Kang Daniel sebelum dia terkenal).

18950342_1454675421238583_5630594660679286784_n

Transformasi Kang Daniel selama di produce101. Bunny teeth & Pink Hair to The Sexy Man & Nations Pick

Juga karena KKN, yang di Bengkulu maupun Enggano.

IMG_7006

Pertama menginjakkan kaki di Pulau Enggano, Pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia

Jpeg

Siang terakhir di Pelabuhan Kahiyapu, Pulau Enggano. Pantai dan lautnya tak akan pernah kulupa

Teringat keseruan ‘menunggu keputusan KKN’ karena jadwal anak kedokteran harus beda dengan fakultas lain, ada OSCE sih.

Oh iya, bicara soal jadwal, tahun ini adalah tahunnya anak BEYOND melewati semester 6 dan 7. Semua review modulnya sudah kubikin ya, linknya ada disini semua. Mulai dari Penginderaan, Imun, Hemato Onko, OSCE2, kemudian semester 7 langsung lanjut berturut-turut IKK, Etika, Hukum, CPD, EBM dan Manben. Alhamdulillah semuanya lulus (tapi nilainya belum keluar semua sih). Senang bisa melewatinya dengan teman-teman seangkatan. Mudah-mudahan 2018 kita bisa lulus sama-sama ya πŸ˜€

1508591393023

Makrab! Terakhir kali malam keakraban pas jadi maba, sekarang sudah semester tua πŸ˜€

Screenshot-2017-12-20 Loreniko13 on Instagram β€œSelesai modul terakhir Skripsi (ΰ²₯_ΰ²₯)” β€’ Instagram

Modul Manajemen Bencana. Fotonya terakhirnya pisah-pisah karena kelompoknya beda.

Tahun ini juga berkesan karenaΒ *drumroll** SKRIPSI πŸ˜€. Ngurus judul sudah dari Januari akhir, saat orang-orang pada libur, kemudian baru bisa maju proposal pertengahan September, kemudian galau ngelanjutinnya sampai Desember ini, haha. Kelamaan ya? Mau gimana lagi, saat kami semester 7 ini ada peraturan yang tidak baru namun baru diterapkan soal izin kuliah. Mau bimbingan tapi ga bisa ngatur waktu, akhirnya mesti nambah semester nih 😦

Yah begitulah 2017. Masih single dan bahagia.

Seperti yang dilakukan banyak orang lainnya di akhir tahun, aku juga pengen bikin resolusi 2018 dan posting di blog ini. Supaya akhir tahun depan lebih gampang evaluasinya πŸ˜€

Sudah rame orang main kembang api nih, mesti cepat-cepat haha


1. Lulus S.Ked dan masuk KO-AS

Ini paling penting dan mesti diusahakan secepatnya. Sebenarnya, angkatan 2014 FKIK UNIB sudah bisa masuk rumah sakit sebagai ko-as (co-assistant) pada bulan Februari. Tapi persyaratannya, harus kelar penelitian dan maju seminar skripsi pada bulan Januari. Nah masalahnya, yang sudah kelar penelitian baru berapa… Sedangkan untuk wisuda, bisa ikut bulan April paling cepatnya. But.. berat kemungkinan aku dan beberapa teman lainnya baru bisa wisuda bulan Agustus dan masuk ko-as bulan September. Doakan saja.

2. Demisioner BPN dan Fi-Madina

Pada tahun 2017 ini, aku masih ambil dua jabatan lagi di organisasi intra dan ekstra kampus, yaitu jadi Sekretaris di Badan Pers Nasional ISMKI dan Kadiv Syiar di FI-Madina FKIK UNIB. Tapi karena kesibukan tahun ini, banyak sekali tanggung jawab yang kulalaikan, membuatku berpikir bahwa aku sudah tidak cocok mengurus organisasi. Mulai suka kerja individu. Karena itu, kuharap di 2018 aku bisa menyelesaikan kewajiban yang tertunda dan segera demis tanpa hutang.

3. Jadi Blogger Produktif

Sejak November lalu, aku mulai mengerjakan pembuatan blog baru di blogger. Judulnya Firafirdauss.com. Mau diseriusin karena kalau di wordpress mahal kali biayanya. Meskipun sudah 3 tahun tapi masih newbie di dunia per-blog-an. Dulu cuma buat pemanasan jari-jari aja, supaya nggak kaku kalau ngetik novel lagi. Mulai serius setelah gabung di komunitas Blogger Bengkulu di 2016, tapi karena vakum baru akhir tahun ini gabung kembali ke acara-acaranya dan kepikiran buat mulai monetize blog. Jadilah beli domain dan mulai mengkonsep batasan topik, mana yang buat DJ11 mana buat FFs. Semoga di 2018 nanti, kedua blog ini tetap ramai trafiknya dan postingannya.

Satu lagi, selama jadi anak FK, aku belum pernah memberanikan diri membuat postingan tentang kesehatan. Terpikir dengan sebutan ‘mahasiswa kedokteran’, masa artikelnya asal-asalan atau ternyata hoax. Masih banyak yang belum kuketahui, meskipun modul pre-klinik sudah selesai semua. Yang kami pelajari itu baru segenggam pasir di pantai dunia kedokteran yang luas. Belum lagi dikurangi dengan materi yang kami lupakan dengan santainya. Beuh, tidak ada apa-apanya deh daripada dokter-dokter yang sudah jadi. Kembali ke topik, untuk 2018 aku berpikir kalau nanti punya banyak waktu selain mengerjakan penelitian, aku ingin coba menulis beberapa topik yang aku sendiri ingin pelajari. Yah, semoga terwujud.

4. Half Marathon Sebelum Umur 21

Juli tahun depan, aku 21 tahun! Uyeah! Sebenarnya resolusi ini meniru teman seangkatan yang berhasil finish 21k alias half-marathon (marathon: 42 km). Aku ingin bisa menaklukkan target itu juga. Selain sebagai pembuktian diri, juga ingin tetap sehat di awal 20-an ini :D. Karena target itu 2x lipat daripada rekor lari terjauhku, butuh latihan juga untuk melakukan itu.

Oh iya, sedikit spoiler dari Abah, katanya tahun depan akan ada lagi 2 event lari 10k seperti tahun 2017 ini. Mudah-mudahan jadi ya, soalnya aku iri sama adik sepupuku yang ikut kids marathon pagi tadi, yang ketika finish dapat medali (untuk peserta yang finish dikasih medali). Aku sudah pernah ikut 2x tapi belum pernah dapat medali sebagai bukti, haha. Jadinya harus ikut lagi dong πŸ˜€

5. Fasih Bahasa Korea dan Inggris

Untuk bahasa korea ini, sudah sebulan aku belajar pake aplikasi Lingodeer dan buku teks. Alasannya sederhana, supaya bisa nonton drama dan variety korea ga pake subtitle, hehe. Soalnya lama nunggu engsub/indosub, aku jadi pengen ngerti bahasanya. Tidak terlalu susah, malah lebih gampang daripada bahasa jepang (yang dipersulit dengan Kanji). Hanya saja belum terbiasa ngomong dengan lebih banyak konsonan dan membaca huruf vokal yang sulit dibedakan (i, a, u, eo, wi, wa, wae, bla bla bla) haha. Dengan banyaknya lagu korea di playlist dan ketekunan belajarku (ciah), mudah-mudahan akhir 2018 nanti sudah bisa nonton konser terakhir Wanna One tanpa sub T,T (kontrak Wanna One cuma 1,5 tahun, jadi kalau bisa Desember nanti sudah ngerti apa yang diomongin Kang Daniel secara langsung haha).

Bahasa Inggris, perlu! Selama ini kalau membaca/mendengar sudah oke karena keseringan nonton youtuber luar negeri. Tapi pas nulis komen masih suka liat google translate XD. Speaking ku juga masih terbata. Kata-kata sudah diujung tenggorokan tapi ga bisa keluar, karena malu mungkin. Pertengahan tahun ini aku pertama kali ngomong didepan bule, tamu pembimbing skripsiku. Anak-anak bimbingannya diminta berani menjelaskan penelitian masing-masing dengan bahasa inggris. Begitulah ceritanya, pengalaman pertama yang buat malu karena kepercayaan diriku pudar perlahan seiring aku bicara.

6. Mandiri Finansial

Ini yang terakhir. Mungkin yang paling sulit diwujudkan. Umur 20 ini, aku masih tergantung dengan uang saku dari Abah dan Mama (plus masih dapat uang THR dari saudara :P). Meskipun masih wajar, kalau dipikir harusnya umur segini aku sudah bisa cari uang sendiri paling tidak untuk jajan sehari-hari. Sedih kadang kuliah lama-lama begini, belum koas dan intership pula, sedangkan teman-teman fakultas dan studi lain sudah mulai lulus dan mendapat pekerjaan. Pun, mustahil untuk ambil pekerjaan part-time apalagi di kota Bengkulu.

Untuk mewujudkan yang satu ini, kupikir yang bisa kulakukan hanya mengasah lagi satu-satunya skill yang kuasah dari SD, nulis. Haha. Nulis blog, nulis caption, nulis cerita, nulis terjemahan, dan lain-lain. Pokoknya kerjaan yang halal, sedikit demi sedikit tak apalah πŸ˜€ Semoga yang ini juga terwujud.


Yee, malam tahun barunya hujan. Bagus itu, hujan kan berkah. Semoga penuh berkah ya 2018-nya πŸ˜€ Juga terwujud semua resolusi yang kita ingin wujudkan.

P.S : semoga 2018 bisa move on dari cinta bertepuk sebelah tangan dan tidak banyak mikir (dan baper) soal jodoh, HAHAHA!

Iklan

25 thoughts on “Rencana 2018 | Wanna One, Koas, Half Marathon dan Lainnya

  1. Koas ternyata kepanjangan co-assistant! Wkwk. Bisa bisanya selama ini nggak kepikiran nyari singkatannya

    Ternyata punya 2 blog yah. Semoga lancar me-manage-nya. Sdikit mengerti perasaan jadi bloger tapi hampir nggak pernah menulis tema akademik yang digeluti. Ngerasa belum ada apa2nya gitu hmm

    Semoga semuanya tercapai ya fir! Wanna One menunggu untuk bisa dimengerti langsung!

    Disukai oleh 1 orang

  2. Kukira mbaknya udah umur 23an. Eh, taunya kita selisih setahun! Hahaha
    Banyak juga, ya, hal yang ingin di capai di tahun ini. Kalau aku sih, nggak muluk-muluk. Bisa ngurangin kebiasaan begadang aja udah cukup. Sama itu, deh, lebih taat beribadah. Hehe

    Suka

    • Saya lebih muda atau lebih tua nih? hihi.
      Banyak, tapi lebih direalistiskan lagi daripada resolusi tahun lalu bang.
      Kalau masalah begadang, sebenarnya itu juga pengen dikurangin sih, tapi kayaknya mustahil di saya (nama blognya aja Diatas Jam 11, emang yang nulis setengah vampir ini).
      Semoga resolusi abang tercapai juga

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.