Modul HUKUM, CPD dan EBM

Kembali lagi ke review modul yang ada di FKIK UNIB 😀

Yeiyy

Di semester tujuh ini, modul-modul yang harus dilewati adalah modul-modul pendek kecuali modul IKK (6 sks). Setelah IKK, dilanjutkan dengan modul Etika, Hukum, CPD, EBM dan kegawatdaruratan yang durasinya hanya 2 minggu.

Modul semester 7 ini berbeda dengan modul-modul yang ada di semester 2-6, karena sudah tidak membahas manusia dengan sudut pandang organ (contoh: modul respirasi (paru), modul kardiologi (jantung)). Modulnya jadi mirip modul semester pertama yang ada modul EBP3KH, Riset dan P2K2, tapi yang semester 7 lebih advance karena mahasiswanya dianggap sudah menguasai pemahaman dasar sebagai dokter. Semester 7 ini juga bisa dibilang sebagai persiapan untuk masuk klinik (a.k.a koass). Semakin dekat dengan gelar s.ked (uhuk :D)

Pada review modul sebelumnya, aku sudah menulis tentang IKK dan Etika. Jadi sekarang lanjut review modul Hukum, CPD dan EBM .

P.S : karena bikin tulisannya pas laptop selesai diperbaiki, tulisannya delay banget hehe.


HUKUM

Modul ini bahasannya 11-12 dengan modul Etika. Tentang pentingnya dokter menjaga perilaku dan sikap profesionalnya serta paham dengan aturan yang ada agar terhindar dari kata-kata ‘malpraktik’. Lazim banget kan, orang awam bilang, “wah dokter itu begitu, pasti dia malpraktik!”

Kalau di etika itu ada Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) yang kami bahas mendalam, di modul hukum membahas undang-undang. Misalnya UU no.29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran, UU no.36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, dan UU BPJS. Itu yang utamanya, terus juga ada beberapa peraturan mentri kesehehatan.

Kemudian.. apa lagi ya? Karena sudah numpuk tulisan 4 modul, jadi nggak teringat apa-apa hahaha. Pokoknya jadi terasa seperti anak hukum, tapi bedanya ini membicarakan kasus yang sering terjadi pada profesi kami sendiri,

CPD

Sebelum masuk modul ini, sebenarnya aku bertanya-tanya dalam hati apa kepanjangannya, hehe. Tidak seperti modul-modul sebelumnya yang judulnya straight-forward, disini kepanjangannya tidak tertebak. Pas sebelum pengantar modul, aku ditanya temanku  (yang juga nggak tau) dan kujawab “yang pasti D-nya itu Doctor!” hehe. Ternyata, CPD itu Continous Professional Development

Mengutip dari BPKM (Buku Paduan Kegiatan Mahasiswa), CPD yang terdiri dari 3 kata istilah utama yaitu continuing, professional, development. Continuing (berkelanjutan) berarti belajar tidak pernah berhenti tanpa memperhatikan usia. Professional (profesional) berarti CPD difokuskan pada kompetensi-kompetensi profesional dalam sebuah peran profesi. Development (pengem­bangan) berarti bertujuan untuk memperbaiki kinerja seseorang dan untuk memperkuat kemajuan karir seseorang.

Jadi untuk melengkapi diri kami sebelum masuk ke ranah pre klinik, kami juga dibekali ilmu profesionalitas. Memandang masalah bukan sebagai awam tapi sebagai profesional yang mempertimbangkan atribut-atribut profesionalitas yaitu Excellent, Accountability, Altuirism, Respect, Empathy, Honor, Integrity.

Pas kuliah pengantar dengan ketua modul, aku sempat shock saat diabsen. Soalnya dokternya tau blog ini! Hehe. Dokternya bilang dia baca review modul IKK dan Etikaku kemarin (link disini!). Teman-teman ditanya, pada tau kan kalau aku nulis blog? Dan hampir semua (yang nggak tau awas lah ya haha, blog ini sudah sejak masuk FK!) bilang tauu sama-sama. Dokternya juga minta modul CPD ini dibikin juga reviewnya. Sayangnay baru sempat dibikin setelah modulnya lewat jauh! Maaf ya dok..

Bahasan di modul ini tidak begitu susah, hanya saja dalam menganalisis masalah kan butuh pertimbangan yang butuh skill (menurutku sih begitu). Yang susah itu mengasah skillnya, secara kan saat ini baru bisa membayangkan saja kasus-kasus terkait profesionalisme, bukan praktik di RS.

Yang menarik di modul ini, pas diskusi kelompoknya, ada banyak sekali kasus yang dibahas. Bukan cuma 1, tapi dalam 1x diskusi ada 2, jadi pas diskusi minggu pertama (yang kalau di modul lain itu diskusi pemicu 1) ada 4 pemicu yang bisa dibahas di pleno, hehe. Kemudian di pemicu 5 alias minggu ke2, kami mendapat tamu dari anak-anak poltekes UNIB. Tujuannya sebagai simulasi diskusi di rumah sakit, karena sebagai dokter nanti tidak mungkin berkerja sendiri. Ada perawat, ada bidan, ada apoteker, ada administrasi dan lain-lain.

Saat diskusi, terasa agak canggung karena dari pertama kali diskusi di semester 1-7 ini, selalu mendiskusikan masalah hanya dengan rekan calon dokter ini, kali ini harus mendiskusikannya bersama perawat. Yang biasanya hanya membahas tatalaksana sebatas farmakoterapi dan edukasi, kini harus putar otak, kira-kira ke perawat ngomongnya apa.. di fisioterapi nanti diapain.. Pas diskusi, aku dan teman-teman fk jadi tidak bisa ngomong apa-apa, karena terbatas ilmu dan skill. Teman perawat yang diundang, mereka sudah masuk masa praktek di puskesmas/rumah sakit, jadi sudah tau apa yang harus dilakukan dan attitude disana. Sehabis diskusi, fasilitator kami bertanya pada teman perawat, bagaimana sikap kakak-kakak tingkat kami di rumah sakit. Dari jawaban teman perawat, aku sadar bahwa ilmu yang kami dapatkan sekarang selama di FK ini belum ada apa-apanya, kalau tidak bisa berkomunikasi dan menyesuaikan diri di rumah sakit. Masih banyak sekali yang harus dipelajari, ilmu yang tidak ada di buku. Juga membuatku tidak bangga dengan status ‘mahasiswa kedokteran’ karena kedangkalan ilmu dan skill ini.

EBM

Kalau di modul CPD, arti dan bahasannya apa tidak tau, di EBM hampir semua mahasiswa sudah aware dengan modul ini 😀

Kepanjangannya Evidence Based Medicine, sinonimnya terapi berdasarkan sains dalam dunia kesehatan. Kenapa diwaspadai? Bukannya dari awal sudah diajarkan untuk menganalisis berdasarkan ilmu pengetahuan yang terpercaya dan terbaru? Itu karena.. ehem, rumornya di modul ini isinya bahasa inggris semua. Bagi beberapa orang, tentu hal ini berat. Aku juga agak cemas, bagaimana lah melewati modul ini, karena saat seminar proposal lalu hal yang paling banyak dipertanyakan adalah sumber dan kebaruan data yang kumasukkan dalam proposal. Aku sadar kalau kemampuanku mencari jurnal tidak berbanding lurus dengan kemampuanku mencari buku paling top di gramedia :P. Disuruh nyari buku dari penulis ini yang paling bagus, atau dari topik itu yang mana yang paling nyambung, pasti kulakukan dengan lincah (karena emang dari SMP kerjaannya cuma keliling toko buku tiap minggu). Tapi mencari jurnal? Duh, kalau bisa dapat tugas nelaahnya saja deh.

Di modul ini, kami diajari ulang cara mencari jurnal, menganalisis dan mengklasifikasikan apakah jurnal yang ditemukan bisa dipakai pada kasus yang berkaitan. Saat kuliah dan diskusi kami sering disindir, selama ini memangnya cari jurnal dimana? kenapa masih belum paham juga? Benar, seharusnya sebagai mahasiswa apalagi bidang kedokteran, harusnya kami tidak sembarang mengambil data, mempertimbangkan kebaruan dan kebenaran sebagai bekal ilmu untuk dunia profesi kami kelak. Tidak usah jauh-jauh, dizaman klinik nanti pasti sudah bakal terasa, mana mahasiswa yang taunya antibiotik itu cuma amoksilin saja dengan mahasiswa yang tau ada perbedaan antargenerasi antibiotik yang berbeda-beda potensi dan  resistensinya sehingga bisa disesuaikan pemakaiannya pada pasien.

Karena tahu masih banyak kekurangan dan memang harus banyak belajar, akhirnya yang bisa dilakukan saat modul itu adalah.. belajar dan mengerjakan tugas sampai tidak tidur, hehe. Tidur sih, tapi dari semua modul di semester 7, modul ini yang paling menguras tenaga dan pikiran. Mudah-mudahan adek-adek tingkat tidak mengulangi kelalaian yang sama seperti kami, jadi nanti modul EBMnya mudah 😀


Begitu aja sih, review modulnya 😀 6 minggu yang berkesan, tapi nggak mau diulang hehe. Sampai sekarang (habis modul manben) belum ada nilai semester 7 yang keluar. Mudah-mudahan hasilnya yang terbaik, untuk saye dan teman-teman satu modul 😀

Bingung nih, nggak ada foto 😦

Oh iya, sekarang aku punya 2 blog, satu lagi di http://www.firafirdauss.com

Iya pake .com! Dan kali ini beneran sudah TLD! Hehehe.

Sebenarnya mau pake firafirdaus.com, tapi domainnya sudah dipasang di blog ini dan agak bingung gimana ngurusnya (coba-coba beli sendiri dan nggak ngerti pasang). Jadilah pakai ‘s’nya dobel! Biar super! Hehe.

Mampir ya!! Klik link dibawah! Sampai akhir 2017 aku buat target pengunjungnya sudah 1000! Hehe. Meskipun baru 1 bulan harus garcep kan ya ^ ^

www.firafirdauss.com

Screenshot-2017-12-19 Fira Firdaus's Blog.jpg

 

Iklan

2 thoughts on “Modul HUKUM, CPD dan EBM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.