Selasa Pagi

Hari ini aku bangun dengan keadaan lelah. Lelah sekali tadi malam mengejar menulis logbook dan laporan, dicicil supaya besok tidak terlalu padat. Tapi itu salah, mestinya aku mencicil edit skripsi. Karena besok mau bimbingan. Setelah berkali-kali alarm berbunyi kumatikan, aku baru bangun jam 6 lewat 40 menit. Tiap kali ngesnooze alarm, aku bilang pada diriku sendiri, ah, tinggal sms dokternya aja minta maaf, nggak jadi. Printer rusak. Ini.. itu…

Bangun dengan terburu-buru, aku bahkan tidak sempat melancarkan sms “memelas”ku tadi. Mandi terburu-buru, kemudian langsung mengemas peralatan tempur skripsi yang sudah kupersiapkan tadi malam. Dengan bawaan seabrek, tak lupa kubawa sarapan agar tidak mati karena kehabisan energi. Sialnya, air yang kubawa tumpah kemana-mana, malah menyiram map skripsiku. Karena kesal kujatuhkan saja minumnya, kubiarkan tumpah didepan kamarku.

Kemudian dimobil, aku benci sekali dengar mama tertawa karena melihat anak tetangga yang lucu. Kupakai jilbab dengan makian dalam hati, tampang acak kadul banget. Dalam perjalanan sampai ke simpang skip kuisi dengan pikiran buruk. Kenapa semuanya datang bertubi-tubi, skripsi, KKN, ujian modul, OSCE… Apa boleh aku berhenti sejenak untuk mengambil nafas, istirahat bahkan cuma buat nonton Niko atau nulis blog seperti biasa.

Sampai di simpang skip, lagu di radio menyenandungkan lagu nasyid. Beban janganlah kau pikul sendiri kawan, kami siap jika kau mau berbagi bebanmu.. aku memang tidak pandai menghapal lirik lagu, tapi kira-kira seperti itulah. Aku jadi ingat teman-teman. Tentu bukan teman dikampus karena mereka juga pasti sibuk setengah mati. Setidaknya ada Icha atau Rizki, yang tadi malam kubentak karena candaannya tidak lucu bagiku yang sedang sibuk. Ah, harusnya aku berbagi cerita dengan mereka, bukannya malah melempar tantrum..

Setelah itu perjalanan dihiasi dengan renungan. Apakah hanya aku saja yang capek?

Ketika berhenti di depan gerbang masuk UNIB untuk membeli beberapa perlengkapan, Sambil menunggu, Abah tidur sejenak di mobil. Mungkin beliau juga begadang tadi malam. Bukan cuma aku yang sedang berjuang. Setidaknya aku harus bisa lebih bersabar dan paham akan posisiku. Aku tidak dalam posisi mencari uang hanya untuk habis buat pendidikan anak. Aku sekarang ada diposisi untuk belajar, terus belajar dan berusaha agar tidak memberatkan Abah dan Mama. Makin cepat lulus, makin cepat juga aku bisa membalas kebaikan mereka selama ini.

Aku hanya perlu untuk berjuang sedikit lagi.

Ayo lanjut ngedit skripsi, kekekeke :’)

NSXf2leNlxBA7VnuKsGjpmN3FY9Wu5xsKmtBa80VmSD-D-VGXEOXEnM9_ro_cx-QTSOMYlOr8j6l--6ePc6uo1DzpBxmTgseKnp7c7PM8QDkfYieTQ1Xs-MnzthltUl6mIt_MAqGAhCZyoP9uYU6vFj4uc7wdvv2yZXt0Sq7-mIvHXPYWnljERpCh
Kangen nonton Niko, tapi Niko juga lagi sibuk jadi sutradara film Lifeline..

Ini judul skripsiku. Apa judul skripsimu?

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METHANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.) Less) TERHADAP METFORMIN DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI SUKROSA

 

*Akhirnya kesampaian juga nulis blog, wkwk

 

Iklan

4 thoughts on “Selasa Pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s