Persiapan Pleno Ala BEYOND

PBL atau Problem Based Learning adalah metode pembelajaran berdasarkan masalah yang (terbukti) efektif dan efisien untuk belajar di kedokteran. Metode ini mengutamakan pembelajaran aktif dengan diskusi, lalu mencari jawaban pertanyaan diskusi secara mandiri kemudian memaparkannya pada kelompok kecil kemudian mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya pada kelompok yang lebih besar lagi (semua mahasiswa yang mengambil modul yang sama dan pada narasumber ahli).

Bagi anak kedokteran, khususnya mahasiswa FKIK UNIB, cara belajar PBL ini penting banget dikuasai. Selain sebagai paduan belajar, sumber ilmu, PBL ini juga punya andil dalam total nilai akhir. Nilai diskusi punya porsi 25% dan buku logbook (buat catatan diskusi) diberi peran 10% dari nilai modul. Nilai proses, lebih tepatnya.

20141222_150501
Contoh ruang dk dan situasi after-DK

Diskusi ini dilakukan setiap minggu dengan jadwal (biasanya) hari Senin diskusi kelompok satu, hari Rabu pemaparan jawaban diskusi sebelumnya kemudian hari Jumat biasanya diskusi dengan kelompok lainnya, group discussion yang lebih besar lagi, disebut PLENO

Untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok kecil dalam pleno, biasanya ada hal-hal unik. misalnya;

  1. Pas bagi-bagi tugas biasanya jadi ricuh. Biasa aja sih, kalau tugas lagi banyak rasanya males banget dapat tugas membahas masalah yang pembahasanya panjang. Hal-hal seperti ini cuma bisa diselesaikan dengan mengacak pertanyaan alias pake lotre, supaya nggak ada lagi yang protes disuruh bahas ini itu. Tapi ga pernah jadi berantem kok, hehe, karena dapat tugas apapun, semuanya adalah ilmu 😀

    P_20160927_143718.jpg
    XD cuma ilustrasi.
  2. Sanksi bagi orang-orang yang nggak mengirimkan tugas. Tren yang sepertinya baru semester lalu dimulai, supaya orang-orang satu kelompok tidak seenaknya saja meninggalkan tugas. Biasanya tiap orang harus mengirimkan jawaban pertanyaan diskusi yang dia cari dalam bentuk power point kepada sekretaris dua. Sekretaris dua inilah yang kemudian akan menyatukan power point dari tiap orang menjadi laporan kelompok. Tapi seringnya dulu, banyak yang ga ngirim tugas! Kasihan sekretaris duanya. Makanya, rata-rata sekarang tiap kelompok pada bikin perjanjian tidak tertulis, bahwa yang tidak mengirimkan tugasnya harus dihukum! Yang paling sering sih, beliin beng-beng sekotak buat dimakan bareng-bareng…
  3. Tidak ada yang mau jadi presentant. Sama seperti poin satu. Ada saja alasannya. Seperti kurang pede lah, kurang menguasai, atau malas, pokoknya pada tolak-tolakan. Hal ini mesti diselesaikan dengan lotre juga. Tapi yang satu ini bisa bikin orang yang bertugas mempresentasikan diskusi kelompok kecil dalam kelompok besar kabur, ga masuk kelas pas giliran kelompoknya maju. Kalau sudah begini, salah seorang mesti jadi volunteer buat menggantikan. Makanya, pas dapat lotre bagian ini, orang mulai berdoa dengan harap-harap cemas supaya kelompoknya nggak kebagian presentasi pas pleno.

Itu tadi sedikit behind the scene pleno angkatan kami. Meskipun pada saat diskusi dan pleno semuanya tertib dan menyimak dengan serius, dibalik layar ya tetap mahasiswa biasa! Hehe.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s