Nobody Knows/Dare Mo Shiranai (2004) Film Review

Film lama dari Jepang, yang bercerita tentang 4 orang bersaudara bertahan hidup tanpa orang tua. Film ini terinspirasi dari kisah nyata 4 bersaudara yang terlantar di Sagamo tahun 80’an. Meskipun diambil dari kisah nyata, sang sutradara menyatakan bahwa hanya lokasi dan endingnya yang sama. Film ini menerima beberapa penghargaan, salah satunya pada 78th Kinema Junpo Ten Best awards dan aktor utamanya Yuya Yagira (Akira) terpilih sebagai Aktor Terbaik dalam Cannes Film Festival pada 2004.

Nobody_Knows_(2004_film)_POSTER.jpg

Sebenarnya aku tahu film ini dari blog … Tertarik aja gitu, pas baca bahwa film ini sudah memenangkan beberapa penghargaan bergengsi.

Dan, setelah menonton, aku…

sulit berkata-kata. Jepang merupakan negara yang punya adat istiadat yang kental, punya banyak tradisi dan budaya. Dan mengingat negara tersebut merupakan dream countryku, sulit untuk mengerti bahwa ada juga anak terlantar di negara tersebut (atau aku saja yang membayangkan semua yang ada di Jepang pasti teratur dan harmonis?)

Kalau anak jalanan di Indonesia sih ngerti, tapi kalau di Jepang?

Dalam film ini, diceritakan empat bersaudara tiri (beda ayah) yaitu Akira, Kyoko, Shigeru dan Yuki bersama ibunya pindah ke apartemen baru. Agar bisa mendapatkan tempat, yang secara legal boleh tinggal hanya 2 orang saja, sedangkan ketiga adik Akira harus bersembunyi (2 dalam koper dan satu distasiun) sebelum bisa masuk. Peraturan dirumahpun diterapkan, bahwa yang boleh keluar rumah hanya Akira, sedangkan tiga lainnya tidak boleh kemana-mana. Awalnya cerita tersebut menyenangkan, kelima anggota keluarga itu saling menyayangi. Kemudian ibu Akira bercerita bahwa ia bertemu dengan laki-laki baik yang mencintainya, dan berjanji pada Akira agar mereka akan hidup bahagia. Akira bisa sekolah dan Kyoko bisa main piano.

dare_mo_shiranai_xlg.jpg

Malangnya, sang ibu harus pergi bekerja sehingga meninggalkan mereka dengan uang yang amat sedikit. Akira awalnya dapat menangangi masalah dengan baik, namun keuanganpun mulai menipis hingga air, gas dan listrik merekapun diputus. Diambang keputusasaan, Akira berencana menjual baju-baju ibunya. Kyoko menolak dan akhirnya Akira berkata bahwa ibu mereka tidak akan pulang kembali.

Untuk bertahan hidup, keempat bersaudara ini minum, mandi, buang air ditaman publik dan untuk makan mereka meminta kemana-mana. Sampai pada suatu hari adik bungsu mereka, Yuki jatuh dari kursi dan tidak bangun-bangun. Ketiganya tidak tahu harus melakukan apa. Hingga akhirnya badan Yuki mulai dingin, Akira dan Saki (teman mereka) memasukkan badan Yuki kedalam koper yang dulu digunakan untuk menyembunyikan Yuki masuk kerumah.

Hearbreaking lah film ini.

Dan aku nggak habis pikir kenapa tidak ada orang dewasa yang menolong mereka atau setidaknya curiga. Dalam film ini hanya diperlihatkan karyawan minimarket sesekali menolong mereka. Bahkan pemilik gedung baru tahu keadaan apartemen itu saat dia meminta uang sewa! Ya ampun..

Fenomena ini juga mengingatkanku tentang baby hatch di cina, dan beberapa negara lain. Juga dengan panti asuhan dengan kondisi minim biaya. Ya Allah, bersyukurlah kita yang dianugrahi keluarga, orang tua..

😥

Iklan

4 thoughts on “Nobody Knows/Dare Mo Shiranai (2004) Film Review

    • Endingnya.. kalau di film ceritanya cuma sampai mereka berjalan ber4 (akira, kyoko, shigeru, sama tmny akira itu ke rumah)… hehe. Kalau dicerita aslinya, langsung diusut sama polisi, dan ketiga anak tersebut diserahkan ke fasilitas anak

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s