6 Reasons Why I HATE CATS

Fira yang kalian kenal mungkin adalah seseorang yang punya banyak kucing. Senang bermain dengan kucing, bisa ngerawat kucing. Kalau ada kucing dibawah meja rumah makan, nggak bakal teriak ketakutan. Tapi dalam diri saya sendiri, ada banyak love-hate kucing yang membuatku masih ragu apakah aku benar-benar cats person atau salah satu hater kucing.

14592003_373839522989991_6479923966721916928_n.jpg

Dan.. kenapa aku bisa berkata benci kucing? Ini dia penyebabnya

  1. Terlalu lama melihat, mengurusi, membersihkan litter box yang penuh pup. Yang seperti ini sering bikin perang saudara (wkwk) tentang jadwal mengurusi dan tugas siapa hari ini membereskan kandang. Walaupun sudah pakai pasir wangi, ya tapi kan pas menyendok eh menyekop pup alias cimeng itu, tetap saja terasa aura kotorannya T.T
  2. Ruangannya pindah didepan kamarku. Jadi kalau buka jendela setelah itu baru nyapu ruangan kucing, sudah pasti bulu-bulunya terbang masuk~. Selain itu juga, kalau sudah terlalu kotor pasti udaranya menyeruak masuk kamar lewat ventilasi wc dalam kamarku. Noooo
  3. Banyak banget. Dulu cuma 1, kesayanganku si oliv, kemudian mati. Lalu mama mengadopt 2 lagi, bubu dan pussy. Kali itu mama berhasil membiakkannya jadi 4. Karena keberhasilan tersebut, mama dan abah menambah lagi kucingnya. Lagi, lagi, kemudian kalau anakannya sudah besar, di adopt orang. Tapi ya, kalau sedang banyak-banyaknya.. Jadi repot! Keadaan jadi rempong karena ga mungkin ga dikasih makan, pup ga mungkin ga dibuang.
  4. Nakal. Karena mungkin mereka bosan dalam kandang, kadang ada saja yang ngebalik mangkok makanan dan menumpahkan minum. Atau pup diluar litter box. Atau pup dilitter box yang baru saja diganti pasirnya 30 detik yang lalu. Atau yang menumpahkan kotak sampah. Namanya juga kucing. Playgroup seharian, cuma berhenti kalau tidur (untungnya mereka sering tidur). Yang jantan juga sering berkelahi, jadi serem.
  5. Karena mereka rata-rata persia, kadang-kadang kasihan liat bulu mereka yang ga tersisir, atau yang tadinya putih jadi cokelat. Mau bagaimana lagi, nggak sempat. Kami berenam rata-rata pulang sore. Sudah begitu (aku, dan adek-adek) juga malas bangun pagi. Dan sorenya terlalu malas buat ngecek kucing. Membiarkan mereka mengeong-ngeong. Sabtu minggu, beberapa bulan terakhir kami sibuk di ruko. Nggak sempat lagi memandikan atau sekedar main dengan mereka
  6. Pelajaran di kedokteran bikin aku takut dengan piaraan sendiri. Bukan rahasia umum, bahwa kucing atau keluarga felidae merupakan hospes definitif dari parasit Toxoplasma gondii, jenis parasit yang dibahas di multimodul. Nggak cuma di reproduksi, tapi juga tumbuh kembang anak, saraf jiwa, dll. Meskipun aku juga berusaha meyakinkan diri bahwa kucing-kucingku tidak ada yang pernah mengincar tikus atau makan sembarangan, tapi kekhawatiran itu tetap muncul, apalagi saat membersihkan pup. Apakah didalamnya sudah ada takizoit atau belum, atau kuman lain yang berbahaya… Kalau cuma liat cimeng sekali dan sebutir aja kayaknya nggak apa, lha kalau puluhan perhari? Oh, pasti kalian juga membayangkan apa yang kubayangkan.

Nah, kalian bagaimana? Apakah bagian hate nya lebih banyak daripada love? Share dikomen ya!

Fira~aksel2229.jpg
Komennya kakak :3

Ini dia oliv kucing saya yang pertama. Mungkin karena cuma sendiri, jadi stress atau bagaimanalah. Sakitnya kurang jelas, tapi seingatku dia jadi malas berjalan, berjalanpun terpincang-pincang.

Beberapa tahun setelah oliv mati, aku menentukan kucing kesayangan lain. Kali ini bulunya juga putih dan mirip sekali dengan oliv. Tapi matanya saja yang berbeda, kalau oliv keduanya biru, puput matanya belang biru-hijau.

3

Terima kasih ya, yang sudah komen di instagram. Yang tertarik buang adopt, liat post yang ini dulu ya :

Ada 15 Kucing Persia di Rumah: Fira Punya Petshop Ya?

Supaya paham juga, bahwa merawat kucing nggak segampang ngerawat Pou atau mainan virtual. Percayalah, ketika tanggung jawab hidup kucing sudah dijatuhkan padamu, kelucuannya hanya akan membekas selama seminggu pertama, selanjutnya tergantung bagaimana kamu merawatnya.

 

1.04 WIB

Selamat tidur. Semoga mimpi indah πŸ™‚

Iklan

28 thoughts on “6 Reasons Why I HATE CATS

  1. Gue ada 5, 1 doang sebenernya persia namanya comel. Tiba2 pas birahi kemaren doi keluar colongan dan pulang dengan rasa tak bersalah. Ternyata doi bunting yang bapaknya tidak tahu batang hidungnya hahaha. Nyeselnya kecolongan haduh rasanya itu, anaknya lucu sih cuma mau gue lepas adopt aja. Satu cukup.
    Tapi kucing lo lucu tuh, hahaha. Putih gitu mesti bener2 ngerawatnya klo ga keliatan bgt kotornya. Untungnya kucing gue calico. Amaaaan hahaha

    Disukai oleh 1 orang

    • Wah emang kadang kurang ajar itu yang menghamili. Apalagi kalau anaknya tingkahnya jadi kayak bapaknya, ga suka makanan kering maunya ikan. Aku juga ada satu calico, tapi yang satu itu benar2 aktif jadi ga pernah dikeluarin. Kayak anak anjing gitu larinya kenceng bangey

      Suka

  2. Aku nggak suka pelihara kucing soalnya takut kena toksoplasma. Trus kucing tuh suka bandel dan matanya kayak nantangin gitu. Jadi sebel. Tapi kalo kucingnya ramah aku suka aja main.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s