dr. Strange [Review Film]

Entah kenapa film dr. Strange dan Galaunya Calon Dokter (Cado-cado the movie) rilis bareng. Lebih tepatnya Oktober, cado 27 oktober tayang perdana dan dr.Strange sudah muncul akhir Oktober di Indonesia (meskipun tanggal rilis di trailernya 4 November sih).

Anyway, dua film tadi langsung masuk list tontonan wajib! Kapan lagi coba film dengan tokoh utama dokter?! Barengan pula. Malah film cado ini rencananya akan nobar seangkatan! Yey! dr.Strange? Nonton bareng core! Asik kan ya, rencananya? Nonton bioskop paling enak kalau bersama teman.

Sayangnya itu cuma rencana, karena hari Senin lalu tanggal 9 ada jadwal rapat Fi-Madina bahas seminar. Ya apa mau dikata kamis lalu sudah nggak datang masa ga datang lagi. Jadi akhirnya batal. 4 orang dari Core juga batal nonton, cuma si Bur aja ikutan nonton bareng.

Yah, ga jadi seangkatan dong.

Sialnya lagi, hari ini pas jadwal kuliah kosong, pas dilihat jadwal tayangnya… SUDAH TIDAK TAYANG! Too late fira. ckckck

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, aku akhirnya mengajak teman-teman yang lain buat nonton dr.Strange. Hari itu juga. Mendadak memang, tapi ya kapan lagi! Ini sudah minggu ke tiga respirasi. Kalau nunggu weekend pasti ada jadwal. Ya sekarang!

Didapatkanlah tim nonton bertiga, aku, Hara dan Nissa. Karena semuanya ga ada yang bawa kendaraan akhirnya kami naik angkot ke memo di tengah hari yang panas! Sebenarnya bisa lebih baik kalau Clara ikut juga (nebeeenggg!!! hehehhehehe) Tapi dianya sedang sibuk dengan organisasi. Huhu

#nasibnebengers

Singkat cerita, jam 14.10 kami masuk ke studio 1. Lumayan sepi, lagian juga hari ini rabu kan ya, hehe. Mid-week.

(Spoiler ahead)

doctor-strange-city-bending-179855.jpeg

Ceritanya dimulai dengan adegan yang luar biasa sadis. Pemenggalan kelapa! Bukan, kepala! Yah walaupun cuma dari bayangan sudah bisa disimpulkan begitu. Dalam hatiku langsung berontak (karena ga ada ekspektasi apa-apa, belum pernah baca komiknya), ini aliran sesat macam apa? Itu buat persembahan kah? Ritual aneh, padahal mereka cuma datang dan mencabik beberapa lembar kertas dari sebuah buku.

Kemudian tanpa info apapun lagi, para pemenggal ini dikejar-kejar oleh seorang wanita berjubah kuning. Mereka kemudian bertarung ala film matrix, tapi dunianya diputar balik seperti di Inception. Gilak keren!

Sesaat setelah adegan bertengkar selesai, langsung ganti setting jadi ruang operasi. Si dr.strange sedang asyik membedah sambil mendengarkan lagu. Dan masih sempat-sempatnya ngasih trivia soal lagunya! Dokter bedah neurologi rupanya. Kehebatannya tidak sampai disana saja. Ketika tiba-tiba dipanggil oleh rekan sejawatnya, memberitahu ada pasien baru masuk dengan luka tembak dikepala, ia segera melakukan operasi untuk menyelamatkan pasien tersebut. Padahal pasiennya sudah hampir dibawa kekamar donor organ (karena disangka sudah mati) tapi oleh dr.Strange dan sejawatnya dr.Cristine diyakinkan bahwa pasien ini bisa selamat. Dan setelah adegan menegangkan saat strange mengambil pelurunya, fiuh!

Oh ya, untuk pemeran Cristine yaitu Rachel McAdams, dia kan berperan sebagai Irene Adler di Sherlock the Movie, sedangkan pemeran Strange oleh Benedict Cumberbatch kan yang bermain sebagai Sherlock Season 1-4 di BBC. Dari awal aku nonton Sherlock season, trus pas ketemu dengan sosok Irene Adler yang digambarkan lebih tua, aku langsung berkhayal bagaimana kalau Irene-nya ambil dari Sherlock the Movie. Ah pasti keren lah. Dan sekarang mereka rupanya dipasangkan dalam satu film. Bravo Marvel!!!

Selanjutnya, sang dokter bedah syaraf yang pintar ini terlibat dalam kecelakaan mobil parah yang mengakibatkan ia kehilangan motorik tangannya. Benar-benar malang, seorang dokter bedah mesti kehilangan tangannya. Dan tentu saja ia tidak mudah menyerah. Berbagai operasi ia lakukan, terapi, menghubungi sejawatnya yang lain untuk menerapkan prosedur terbaru.. tapi tidak ada yang berhasil. Sedih juga melihat keputus-asaannya. Dalam sesi fisioterapi pun ia benar-benar kesal, benar-benar tidak ada harapan lagi untuk membuat tangannya berhenti gemetar. Sang fisioterapis pun memberii semangat, dan bercerita bahwa ada satu orang yang cedera pada tulang belakang dan lumpuh kaki dan tangannya namun bisa sehat seperti sedia kala dan bisa berjalan!

dr-strange-origin

Tak percaya, Strange mendatangi orang tersebut. Mendengar rahasia bahwa terdapat pengobatan (tradisional, wkwk) dari timur yang dapat menyembuhkan kelumpuhan, iapun berangkat kesana. Mencari Kamar-Taj

Di Kathmandu, Strange tersesat dan dihalangi oleh orang-orang jahat yang ingin merampok. Jam tangan Strange juga diminta, tapi ia malah berkelahi untuk mempertahankan jam itu, dengan kondisi tangan yang dia mukul dia sendiri yang kesakitan. Untungnya dia ditolong Mordo, yang rupanya merupakan orang yang tahu Kamar-Taj berada dimana.

Segera, Strange bertemu Ancient-One, wanita berjubah kuning yang bertarung dengan kerennya di awal tadi. Meskipun sudah diberitahu Mordo untuk melupakan apapun yang diketahuinya, si Strange tetap saja mempertanyakan SEMUA hal terkait penyembuhan yang dirasanya menyimpang dari ilmu sains dan medis. Merasa sia-sia menjelaskan, si Ancient One langsung melempar Strange membuka mata dan pikirannya, melompat ke satu realitas ke realitas yang lain, acak dan gila-gilaan sudah pasti. Sampai si Strange akhirnya sadar bahwa dia bukan apa-apa, dan mulai memohon untuk disembuhkan. Tapi Strange malah dibuang keluar, dengan alasan orang seperti Strange punya ego dan kesombongan yang besar, sulit dilatih dan kalau sudah menguasai tekniknya, orang sepintar dia bisa jadi jahat dan berkhianat, seperti Kaecillus, pemimpin rombongan pada bagian awal tadi.

5 jam mengetuk pintu, barulah ia diberi masuk. Mordo yang meyakinkan Ancient-One bahwa si mereka butuh orang pintar seperti Strange untuk mempertahankan dunia dari ancaman pengikut aliran-sesat-gelap. Mordo menyambutnya dan mengenalkannya pada kehidupan di Kamar Taj. Setelah berkeliling Strange diantar kekamar, kemudian diberi secarik kertas.

Shamballa

Sambalado? pikirku

Ini apa? Tanya Strange. Apa mantra? (soalnya si Mordo lagi ngoceh tentang meditasi dll).

Bukan, itu password Wi-Fi. Kami tidak sebarbar itu, jawab Mordo enteng. Ya elahhh wkwk

Setelah hari itu, dimulailah perjalanan Dokter Stephen Strange mencari hidayah. Haha.

Tulis lanjutannya nggak yah? Pokoknya si Strange keren banget. Setelah dia berhasil menguasai ilmu pertama untuk buka portal, dia mulai kecanduan membaca buku dari perpustakaan. Dasar genius, pas ditanya kenapa cepat dibaca, dia bilang karena dia punya photographic memory, yang membuatnya bisa mendapatkan gelar MD dan Ph.D dalam waktu bersamaan. Sial, ada juga orang sepintar itu!

dr.Strange kemudian membantu mempertahankan kuil dari kaecillus yang berniat menghancurkan tiga kuil penjaga bumi yang berlokasi di London, New York dan Hongkong. Dengan kemampuannya yang masih bisa dibilang pas-pasan, dia berhasil menghadapi Kaecillus dengan sedikit bantuan dari jubah pusaka yang bikin penampilannya makin keren, sekaligus makin lucu. Lha iya si jubah itu seperti punya pertahanan dan otak sendiri, jadi pas dr.Strange pengen meraih kapak, jubahnya malah narik ke benda pusaka lain, wkwk, yang ternyata lebih efektif daripada kapak.

Lebih jauh lagi, Strange pergi menemui Dormamu, sang kegelapan yang menawarkan kehidupan abadi tanpa waktu seperti yang diinginkan Kaecillus. Dengan tekniknya yang lucu, wkwk, (pokoknya nonton deh Strangenya ngapain) akhirnya bumi selamat dan pengikut aliran-sesat gelap tadi ditarik pulang kealamnya.

Bumi jadi aman, yeey πŸ˜€

“Seperti avengers yang melindungi bumi, kita juga membantu melindungi dari dunia astral” 1

Welcome, new marvel superhero!

Di after credits nya di tampilkan seperti ini :

 

Thor dan Strange dalam satu ruangan.

Di Bumi sekarang ada penyihir.

Jadi apa permasalahanmu sampai Loki muncul di New York?

Biasalah, drama keluarga. Aku sekarang sedang mencari ayahku, Odin.

Ya sudah sini saya bantu πŸ˜›

Mantap ini, superhero dengan sihir bertemu dengan anak dewa! Wah.

thor 3 dr strange.png

Kalau digabungkan dengan Wanda dan Vision dari Avenger… Sudah. Jadi tuhan aja sekalian mereka berempat haha.

Sudahlah bisa terbang, bisa ngontrol ini itu, pindah dimensi. Apalah Hawkeye yang cuma bekal panahan dan black widow yang bekal seksi (wops). Oke mereka bukan superheronya, tapi bagaimana nasib Iron Man atau Black Panther yang cuma bekal kaya dan teknologi? Hehe.

strangebanner.jpg

Yah begitulah. Secara keseluruhan benar-benar nggak rugi nonton Doctor Strange ini. Dari kualitas cerita, suara, efek, dan semuanya memang seluruh jempol buat Marvel. Pun jika film ini dikait-kaitkan dengan dunia nyata, seperti illuminati atau new world order.. Ah, ini semua kan hanya tokoh rekaan. Kalau mau mengungkit beberapa simbol dan sebutan.. hm.. mau gimana lagi inikan emang ceritanya penyihir!?

Eh ceritanya seorang dokter ding. Sampai akhir si Strange kukuh ga mau dipanggil Master atau guru, tetap dokter, meskipun ga praktek hihi.

 

Jadi gimana, pengen nonton?

Maaf ya sudah spoiler setengah jalan cerita.

Rasanya bisa saja kutulis semuanya. Tapi ini sudah 11.33 malam, dan sudah 1286 kata. Sudah lebih dari standar operasional blog, kepanjangan! Haha.

Iklan

11 thoughts on “dr. Strange [Review Film]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s