Kendari! (SOLO TRIP!)

11/10/16

SOLO TRIP pake di capslock. Padahal pada kenyataannya pas dari Jakarta ke Kendari barengan dengan kontingen daerah lain. Rame loh. Paling kelihatan anak-anak dari Jawa Tengah dengan kostum kaos kuning stabilo!

P_20161011_085310_BF.jpg
with my sister!
P_20161011_085454.jpg
Terima kasih sudah mau jadi sponsor buat perjalanan kakak kali ini ma ๐Ÿ˜€ Semua kekhawatirannya membuat kakak jadi lebih berhati-hati. Terima kasih juga sudah mencemaskan kakak selama kakak seminggu di Kendari. Maaf kakak pas pulangnya marah-marah, kakak sayang mama :’)

Dari Bengkulu dengan Lion Air, sendirian, tapi lama-lama abis juga waktunya sambil nonton video di HP. Pergi awal dan transit lama sebenarnya oke juga, karena keduanya dapat window-seat. Sampai di Soetta langsung pindah terminal, tapi sebelumnya beli makan siang dulu. Karena malas keluar, aku ngantri di AW. Boro-boro beli, liat harganya langsung malas (ngapain makan fir kalau pengen hemat wkwk). Akhirnya beli mi di indomaret, sama donat lucu-lucu.

Sudah duduk di ruang tunggu, langsung ngecas HP kemudian makan.

P_20161011_121324.jpg

P_20161011_124027.jpg
eat me not, please
P_20161011_121752.jpg
yang dimakan pertama!

Membunuh bosan, aku baca lagi Laskar Pelangi. Terakhir baca sudah lama sekali. Gara-gara Dinda dikasih tugas bikin resensi dan sibuk-sibuk cari buku karangan Andrea Hirata (harus Andrea. Ga boleh Tere Liye padahal dia khatamnya cuma buku Bumi, Bulan sama Matahari wkwk). Menurutku buku ini bagus juga untuk refrensi, mengingat diksi dan metaforanya bagus sekali. Ada juga buku lain yang kujadikan bahan belajar, yaitu Supernova: Petir (Dee), Lautan Langit (Kurniawan Gunadi), Belajar Mencintai Kambing (Mahfud Ikhwan). Satu lagi buku TNT RTW (Trinity) yang selalu menemani kemanapun travelling.

Kemudian sekitar jam dua, kami dipanggil boarding (tunggu, kami? aku! wkwk. Tapi sebenarnya aku memang cuma mengekor dengan rombongan dengan kaos kuning.

Kali ini aku duduk disamping pak Zul, official kontingen Sumatera Utara. Iya Medan. Sebenarnya yang duduk disampingku adalah sepasang suami istri dengan anak bayi mereka. Tapi sebelum pesawat berangkat, mereka ditegur oleh pramugari. Katanya, yang membawa anak itu mestinya duduk di kursi bernomor genap. Dan kerana kami baris 9, maka mereka dipindahkan. Seorang lagi yang duduk disamping Pak Zul adalah Riki, penari. Juga dari Sumatera Utara. Rombongan Medan ramai sekali. Kudengar ada yang bersenandung sambil menunggu pesawat lepas landas.

P_20161011_171139.jpg
Senja di langit Kendari.

Tapi karena ngantuk, setelah beberapa kali mengatasi kompresi udara setiap naik ketinggian, akhirnya tidur juga. Nggak lama tapi, mana tahan tidur sambil duduk. Setelah itu lanjut lagi baca Laskar Pelangi. Sambil tersenyum-senyum mengingat filmnya. Dan sedih karena pemeran Mahar, Verrys Yamarno sudah meninggal dunia.

P_20161011_182316.jpg
betapa ramainya orang yang mengantri bagasi! Hampir semuanya anak peksiminas!

Sampai Kendari, rupanya sudah dijemput oleh saudara Dwiki dan para LO. Dwiki bilang yang jemput 10 orang, aku percaya-percaya saja. Rupanya cuma dia dan LO, wkwk. Iya aku memang mudah ditipu. Makanya yang niat jadi pasien, jangan suka bohongin saya ya, nanti ngasih resepnya ga sesuai lagi (lho? =,=). Pas di mobil ngomongin soal peserta. Jarang ada yang dari Kedokteran.

Ya iyalah, mana ada ide kreatif yang bisa dihasilkan dalam kurikulum sekaku itu.

Disini semua sudah dikalkulasikan dan dirancang dengan hati-hati. Dasar pengobatan, uji dan teknis sudah pernah dilakukan dan dicobakan sehingga dapat dijadikan bahan paduan. Mana bisa mengobati orang seenaknya sendiri, tentu ada urutan dan aturan yang berlaku. Mengingat dan mencatat itu dua objektif paling penting, maka dari itu susah mengharapkan benih-benih ide muncul di gedung putih itu ๐Ÿ˜€

Belajar, belajar, belajar. Setelah selesai kewajiban belajar 3,5 tahun kemudian mau jadi apa?

Oke-oke, sekarang sudah mulai out of topic. Aku saja yang sedang kesal karena belum menemukan seprodi. Juga karena karakter anak kedokteran yang diklasifikasikan dalam introvert, penyendiri, sombong, kerjanya cuma belajar.

Sampai di hotel, mbak Lingce masih diluar, jadi aku masuk kekamar Kak Widya dan Kak Putri. Dikasihin makan (Lapaaaar!). Tapi abis itu diajak Dwiki makan diluar juga aku masih ikut lagi karena masih lapar. Rakus sih, piring keduanya nggak habis.

Setelah mbak Lingce pulang, disuguhkan makanan lagi. Kali ini makanan khas Kendari. Ada Papeda/Sinonggi (?) dengan sayur dan lauknya, es durian, siput, dan pisang manis (?).

Jadwal buat esok masih belum tau, taunya ada TM jam 5 sore dan Pembukaan jam 7. Pagi dan siangnya kayaknya bebas, tapi ga tau rombongan yang lain. Pokoknya ngejar deadline lomba hima bahtra Unib deh! (Masih mencoba! Tahun kemarin kan gagal!)

Oh iya, tadi aku liat video Corridor dimasukkan dalam Video Viral di Transtv. Aku seneng banget! Yang lain nonton juga dong, cari di youtube Corridor Digital!

P_20161012_005937.jpg
aku juga sempat ngedm Niko. Dan dia ngejawab, akan memperlihatkannya ke Wren! WOW! memang kalau mau ngobrol sama orang amrik, mesti malam! hehe

P.S : Alhamdulillah semua nilai sudah keluar! Ga ada yang remed! YEAAAAAAAAH!!!!

Iklan

5 thoughts on “Kendari! (SOLO TRIP!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s