KENDARI H-2

09/10/16

Mungkin ada baiknya aku hela nafas panjang dulu.

Hirup dari hidung, keluarkan dari mulut. Biar rileks.

Mungkin nonton Node beberapa episode bisa mengusir kegundahan yang terlukis di wajah (mehehehe).

Iya, sekarang sudah minus dua hari keberangkatan. Galauku memuncak pada jam-jam seperti ini, seperti irama sirkadian korisol yang memuncak pada jam delapan pagi dan menurun setelahnya. Mungkin setelah mengetikkan beberapa kata ini, aku bisa fokus lagi ke persiapan ujian.

Bisa dikatakan aku memang sudah gila ambil resiko pergi lomba di minggu ke enam modul.

Nggak seperti fakultas lain yang hanya terbentur UTS dan UAS, kami di kedokteran punya jadwal yang cukup ketat dan peraturan yang mencekik orang-orang sepertiku yang masih punya mimpi lulus tepat waktu. Ya, seperti yang pernah kubilang pada post-post sebelumnya, sistem di FK kami tercinta ini adalah satu modul itu berjalan 6 minggu. 4 minggu belajar dan 2 minggu untuk ujian dan remedial. Setiap awal modul dimulai dengan membicarakan kontrak peraturan modul yang akan ditanda tangani diatas materai 3000. Peraturan yang paling kuingat tentu saja kehadiran kuliah sebanyak 80%, diskusi 75%, pleno 75%, ketidakhadiran yang diperbolehkan bukan bolos, tapi izin yang syar’i. Seperti sakit, izin kemahasiswaan dan izin keperluan keluarga.

Selama ini aku sudah beberapa kali pergi melancong menggunakan izin kegiatan kemahasiswaan. Yaitu pergi ke Medan (Baksoswil 1, 2014), Jakarta (Meridien Cup,2015), Semarang (IMSS, 2016). Selama tiga kali pergi itu, aku pergi diantara waktu 4 minggu belajar tadi dengan mematuhi peraturan persen-persenan tadi. Tentu saja dengan surat izin yang ditandatangani bagian kemahasiswaan dan sudah dapat izin ketua modul.

Masalahnya muncul ketika peksiminas ini berlangsung pada minggu keenam.

Antara lega dan menyesal ketika tahu acaranya di minggu keenam. Lega karena sebelum-sebelum ini biasanya dapat libur seminggu (alhamdulillah :)))) alias nggak ada remed. Menyesalnya, bagaimana kalau yang terjadi sebaliknya?

Sekarang sudah hari minggu sebelum minggu keenam.(ohmaygod)

Progress untuk keberangkatan : tinggal packing. Tiket dan uang saku beres.

Progress modul : ujian praktiikum sudah semua, tapi BELUM ADA YANG DIUMUMKAN. Untuk menambah galau, aku lulus pas-pasan sumatif 1. Itupun karena bantuan soal bonus. Aku masih ga tau bagaimana kelanjutan nilai yang sebenarnya nggak lulus tapi lulus karena bonus. Seperti tadi, belum ada pengunguman resminya juga. Sumatif dua pun baru esok hari, membuat tanganku ikut bergetar saat mengetik ini.

Tiga dokter (dosen) yang kutemui dan kuceritakan kronologi ini semuanya cuma bilang satu kalimat yang sama.

KALAU BEGITU JANGAN REMED

T.T

Nggak ada yang memberitahukan plan-B nya. Karena memang tidak ada plan B.

Kalau sudah sampai titik ini, mau membuat plan B dengan ga jadi berangkat sudah terlalu riskan. Tiket sudah dipesan, sudah pelepasan, uang saku dari rekrorat sudah ditangan, sudah ketemu kontingen lainnya, sudah janjian dengan kak lingce buat sekamar, sudah masuk grup kontingen, sudah dibilangin sampai ketemu sama delegasi dari daerah lain, sudah ini, sudah itu..

P_20160602_082233.jpg
Ini dokumentasi pertengahan 2016 pas seleksi. Panggungnya untuk nyanyi pop dan dangdut
P_20161006_143928.jpg
pelepasan oleh warek kemahasiswaan.. di depan juga ada pak andris sebagai ketua rombongan
P_20161006_151630_BF.jpg
Smanli skuad!!! Puisi, cerpen dan poster!

Batal berangkat karena remedial? Bisa-bisa aku jadi buron di UNIB. 😀

Sebenarnya kalau dipikirkan lagi, ucapan ketiga dokter itu berlaku untuk plan C yang (amit-amit jangan sampai) terlintas di benakku. Jangan remed. Pergi aja walaupun remed. Biar mengulang tahun depan sajalah modul ini.

T.T Kenapa kedengarannya lebih buruk daripada jadi buronan?

Sudah minggu keenam, lima minggu sudah belajar keras bikin pening sendiri karena bagi waktu belajar sama persiapan. Selain itu apakah salah aku ingin berkompetisi dan (aamiin) menang di kejuaraan nasional? Aku juga ingin bikin bangga fakultas dan universitasku!

Ga sanggup lagi ngomong karena suara sekarang sudah ikut bergetar.

Makanya semuanya kutulis.

Sticky notes sudah bertebaran dimana-mana, pengingat buat persiapan, dan pengingat rumus-rumus dan materi buat besok!

Kalau sudah begini ingat kata kak Rizki.

Belajar keras, serahkan pada Allah SWT.

Ayo fokus lageeeeeeeeeeeh!

Peksiminas H-2.

P.S : Sebenarnya H-1 ding. Kontingen Bengkulu semuanya berangkat besok. Jam delapan pagi. Pada jam yang sama ketika pesawat mereka berangkat, aku akan duduk manis di ruang ujian, mengerjakan soal-soal.

Iya, aku ditinggal rombongan dan berangkat hari selasa.

Duh perjuangan banget :’)

Semoga dapat hasil yang terbaik 😀

P.S.S : Untuk adik-adik FKIK, meskipun cerita diatas sangat menyeramkan, jangan pernah takut untuk mencoba pengalaman pergi ke Event-event nasional/wilayah ya. Karena meskipun semuanya perlu pengorbanan, pengalamannya selalu asik dan keren!

P.S.S.S : Iya iya, aku belajar sekarang! 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s