Kado Ulang Tahun

Bayangan itu menyeberang dari satu sisi jalan ke sisi lainnya, tanpa suara. Memanfaatkan kelamnya malam dan sunyinya lelah untuk mengintai. Dimana-mana pintu tertutup, lampu dimatikan, hanya neon papan reklame yang berkedip-kedip di jalan itu.

Berjalan diam-diam dengan kondisi awas, bayangan itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah teropong kecil. Dengan itu, ia mengamati kondisi medan yang ia akan masuki. Atau tidak masuk, karena tugasnya hanya mengamati. Menyelidiki pergerakan.

“Kak?”

Bayangan tadi separuh terlonjak karena kekagetannya, ditemukannya wajah familier menatapnya dibawah pencahayaan seadanya. Adiknya.

“Kenapa kamu disini? Kakak sedang berkerja!”

Rindu menarik sesuatu dari belakang punggungnya, “Selamat ulang tahun!”

Sepotong kue cupcake dengan lilin berdiri diatasnya disodorkan pada Adit. Rindu memantik api, yang kemudian langsung ditiup Adit sebelum dapat membakar sumbunya.  “Terima kasih ya. Tapi kalau begini terus, kakak bisa ketahuan!”

“Ini dibuka dulu!” paksa Rindu, “aku sudah bela-belain ngikutin kakak dari tadi!”

Adit menerima kado bersampul hijau natal dari tangan adiknya. “Ngikutin darimana tadi?” tanyanya, sambil merobek kertas kado itu. Pikirannya sedang tidak fokus. Bosnya mengingatkan ini misi penting dari kepala departemen mereka. Menyelidiki satu kelompok bersenjata.

Yang berkaitan dengan maraknya kasus penculikan anak dan remaja.

Perdagangan orang.

Sampulnya sekarang sudah terbuka, dan Adit menemukan sebuah catatan, kacamata rayban dan sebuah jaket yang terlipat rapi didalamnya.

“Wah.. bergaya sekali.. kamu dapat uang darimana?”

“Ada deh… coba dipakai!”

“Kakak sedang tugas, Rindu. Berbahaya disini, harusnya kamu pergi daritadi.”

“Sebentar.. saja kak,” pinta Rindu.

“Gimana kalau sehabis ini kakak ga pulang kerumah karena penyelidikan?” kata Rindu, “kakak udah biasa banget pergi nggak pamit. Cinta banget sama pekerjaannya. Nanti nggak sempat pula Rindu liatnya.”

Adit kemudian menarik adiknya ketempat yang lebih gelap, namun masih mendapat remangnya cahaya bulan. Adit menarik buru-buru jaket dan kacamata dari kotaknya, kemudian memakainya.

“Gimana, puas?”

“Puaaaas!”

“Panjang umur ya kak…”

“Iyaa…”

“Cepat dapat jodoh,”

“He eh.”

“Makin sayang sama Rindu.”

“Iya kakak sayang, karena sayang, sekarang Rindu pulang ya? Hati-hati!”

“Oki doki!” kata Rindu sambil melambai padanya. Adit berat melepasnya pulang sendiri. Tapi perintah atasannya membuatnya mengusir jauh-jauh pikiran buruk dalam benaknya. Rindu bisa pulang sendiri.

Ia kemudian melepas jaketnya, dan tiba-tiba saja tangannya kaku.

Setitik cahaya merah bersinar diatas dadanya. Mengancamnya agar tidak bergerak.  Refleks —dan mungkin hanya satu-satunya cara— ia mengangkat tangannya. Namun kemudian ia mendengar teriakan.

Adit benar-benar sudah ketahuan. Dan parahnya, ia sudah membiarkan adiknya ikut jatuh ke mulut buaya.

Tidak, ia tidak akan membiarkan Rindu jatuh ketangan kelompok ini!

Entah kekuatan macam apa yang mendorongnya untuk bergerak, menghiraukan sniper yang sudah siap mengincar jantungnya.

Sejak awal kehidupanku, Rindulah kado terindah yang pernah kumiliki!

“Dor!”

Adit merasakan peluru tersebut berdesing didepan dadanya, membuatnya mundur beberapa langkah kebelakang. Tepat di dada sebelah kirinya. Dalam kesadaran dan refleksnya, Adit mengambil beberapa langkah lagi untuk terlepas dari incaran snipe

images

r.

Anehnya, ia tidak merasa sakit sama sekali. Dikeluarkan sesuatu dalam saku jaket barunya itu…

Sebuah lencana.

Kakak Terbaik!

Meskipun kakak tidak pernah mendapatkan penghargaan apapun dari penyelidikannya, aku tetap bangga! Berjuang terus ya kak!

Rindu!

Bengkulu, 9 September 2016.

Ide cerita dari pusan : Kado dan Ulang tahun


10-17 Oktober, PEKSIMINAS (Pekan Seni Mahasiswa Nasional)! Yuhuu! Sudah tinggal sebulan! Lewat seleksi tingkat universitas lalu, pas akhir modul kardio kalau tidak salah, aku menjadi juara satu dan akan dikirim mengikuti PEKSIMINAS di UHO, Kendari! Yay! Sebenarnya seleksimg1.pngi itu sudah lama banget, dan Oktober yang kukira masih  tak tampak kini lebih cerah kelihatannya! hehe.

Meskipun agak was-was juga, karena berangkatnya di Minggu ke 6 modul metabolik endokrin ini. Minggu terakhir biasanya diisi dengan remedial.Kalau lulus semua sih, lancar. Nggak pake izin ke fakultas ga masalah. Tapi gimana kalau sampai ada satu ujian yang remedial? Tidaaaak T.T

Tolong doakan ya, moga-moga diberi kesempatan dan tidak mengulang ujian 😀

Juga, selama sebulan kedepan akan posting cerita pendek (beberapa beneran pendek banget) buat latihan nulis! Teman-teman blogger juga tolong dibantu, kalau ada salah EYD dan lain-lain, atau yang mau sumbangin ide cerita buat dipakai selama sebulan ini, atau sumbang NAMA juga boleh 😀

Teee-rii-maaa-kaa-sihh 😀

Dari Fira, yang kakinya lagi dicakar-cakar kucing.

Iklan

16 thoughts on “Kado Ulang Tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s