Bantu Aku Mengambil Keputusan!

Selesai modul, selesai Osce, akhirnya tutup buku juga untuk urusan akademik semester 4. Naik ke tingkat 3, itu urusan bulan depan. Hihi

Meskipun tidak remedial osce, ada hal yang sangat mengganggu pikiranku akhir akhir ini. Lomba. Ya, satu satunya cara agar aku yang biasa biasa ini bisa dikenal kampus, cuma dengan memenangkan lomba. Selama jadi mahasiswa ini malah kurasa jadi lebih aktif menulis walaupun terlihatnya unproductive.

Dan masalahnya ada 3. Berputar- seperti pokeball, rumit seperti server crash. Hmm

Pertama, PEKSIMINAS

Beberapa waktu yang lalu aku jadi juara satu dalam seleksi pekan seni mahasiswa di unib. Iya, cabang cerpen tentunya. Satu satunya anak dari fakultasku yang mencoba, dan satu satunya yang lolos. Jumat lalu aku dipanggil ke rektorat untuk registrasi. Dan setelah itu membicarakan terms and conditionnya. Karena lomba ini diadakan seminggu penuh di kendari, maka mereka menanyakan kesediaanku untuk izin dari kampus. Setuju atau tidak mesti diberitahukan secepat mungkin in case aku ga bisa maka akan cepat digantikan dengan juara 2. Sementara kalian tahu sendiri, dari tulisan tulisanku sebelumnya tentang modul. Paling banyak diizinkan bolos > 3x kuliah (20% total kuliah), 2x diskusi dan 1x pleno. Dan, rasanya kalau pergi seminggu pasti banyak sekali ketinggalan. Apakah itu semua worth it?

Tapi bagaimanapun, pergi mewakili kampus sebagai juara 1, Β dapat transpor, saku, dan menginjakkan kaki ke kendari adalah hal yang sangat ingin aku lakukan. Belum pernah aku ikut kompetisi nasional semacam ini. Dan meskipun tidak ada hubungannya sama sekali dengan kedokteran, tapi terang saja ini adalah hal yang paling kunantikan sejak mei lalu.
Dua, lomba cerpen pjn.Β 

Mungkin dulu aku sudah pernah ngemention BPN, badan pers nasional dimana menampung para mahasiswa kedokteran berpassion menulis sepertiku dikumpulkan. Temanya tropical disease, dari juni lalu terpikir how to make it realistic, how to make ot out of box. Dan akhirnya dapatlah ide dan jalan cerita tentang Silent Virus. Tapi kemudian, sehari sebelum extended deadline abis, aku memperhatikan guidelinenya dan shock. Kenapa ga terpikirkan atau teringat sebelumnya, bahwa finalis wajib ikut pjn? Dan yang tidak ikutan akan didiskualifikasi? Fyi pjn itu pekan jurnalistik nasional, meetupnya di Semarang. Hostnya fk unissula yang kudatangi pas munas lalu.

Ingat bahwa keuangan sedang berusaha saving dan tabunganku sendiri tidak cukup bahkan untuk bayar pendaftaran (dan unib belum punya lpm sehingga tidak mungkin ada bantuan dari kampus sekalipun aku ditelpon menang juara 1 dan harus pergi ke semarang). Semangatku mulai mengendur. Tiket pp+daftar ulang+pendaftaran (sudah kubayar 80k) benar benar tidak sebanding dengan uang hadiah juara 1, 600 k. Apalagi belum tentu juara 1. Poster dan fotografi masih mending juara 1 nya dapat 1500k. Apalah dayaku overseas ini.

Bukannya mau ngejudge panitia. Aku tahu pasti sulit ngatur acara ini. Manalagi antusiasmenya kurang. Namun.. sayang aja gitu. 80k melayang.
Lalu cerpennya kuapakan? Tetap dikirim walau tau ga guna juga? Delete? Atau dijadiin novel aja terus Di thanks to nya bilang “terima kasih pada panitia lomba yang telah mendiskualifikasi karya saya. Berkat anda novel ini best seller” πŸ˜€
Ketiga, lomba poster

Aku lagi hype banget soal poster. apalagi setelah timku akhirnya ikut di dsm fkg ui. Meskipun tidak menang, aku masih senang karena akhirnya aku buat poster! Satu hal yang tahun lalu hanya bisa kudambakan partner.

Dan untuk spora, lomba poster di fk unsri ,aku sangat semangat memikirkan tema dan topik. Tidak kunjung usai, karena dari sisi partnerku tidak kunjung membalas lagi. Apakah mungkin karena dia lelah atau malas memikirkan event ini karena bukan pacarnya yang menyuruhnya melakukan ini entahlah. Padahal sudah kukatakan bahwa pendaftarannya sudah kubayar.

Temanya simple tropical disease

Tapi progress masih dibawah 5%.

Deadline sudah didepan mata.

Bagaimana ni?

Ada yang bisa bantu?

Iklan

14 thoughts on “Bantu Aku Mengambil Keputusan!

  1. Aku nggak menyarankan yang kedua, coret aja. 80 ribunya anggap aja sedekah. Points satu dan tiga mana diantara yang lebih kamu inginkan? Pilih itu

    Disukai oleh 1 orang

  2. yang ke satu ok. Dulu jaman tingkat 2 pernah bolos 2 minggu buat naik gunung :p
    padahal ada praktikum yang ga boleh bolos sekalipun, kalau absen ya ga lulus
    akhirnya selama 2 minggu itu titip absen (padahal 1 kelas ceweknya hanya 3) dan yang praktikum nego (baca maksa) dosen buat ngasi praktikum susulan, akhirnya dikunci di lab sama dosen dari jam 12 sampe 6 sore, tapi alhamdulillah lulus dapat A

    mungkin ga sesuai dengan kondisi Fira tapi bisa dipertimbangkan πŸ™‚

    Suka

    • wih titip absen hihi. pengennya gitu tapi kalau dihitung-hitung ambil minggu libur/remedi itu kak, jadi liat sikon dulu apakah ujiannya lulus semua (aaamiiin!). kalau lulus semua ya lancar banget ga usah izin gapapa, tapi kalau remedial kan mana bisa titip absen huhu :/

      Suka

  3. Pilih yg pertama. Sampaikannke dekan 3 untuk perizinannya. Barangkali kalau nanti barengvsama ujian bisa nanti ikut susulan, walaupun bakalan beda model ujian. Kasih tahu feedback buat kamu sama fakultas. Yg kegiatan amsa dll di LN beberapa minggu aja bisa kok. Kamu pasti bisa. Ayooo firaaaa

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s