Paragraf Delapan

“Dalam beberapa hari ini, apa kau tidak menemuinya?”

Aku tergelak. Semua parameter ini, sambutan menengangkan dari mereka, kartu nama ini, benar benar membuat perutku tergelitik. Aku tertawa besar-besar, sambil memperhatikan wajah mereka yang tiba-tiba jadi lucu.

“Aku bahkan baru mendarat tuan,” kataku, masih tertawa. “Kalian hebat sekali menghubungkanku dengan penusukan itu. Tapi saking hebatnya kalian bahkan tidak mengecek catatan perjalananku? Tuan tuan, aku baru saja mendarat disini beberapa menit lalu. Sebelumnya aku menikmati nikmatnya sinar matahari tropis Bali. Dan kalau kalian cek paspor ku, terakhir kali aku berpergian keluar negeri adalah enam bulan yang lalu..”

“Brak!” Albert memukul meja. Aku berhenti tertawa, baru menyadari raut mukanya yang berubah.

Iklan

15 thoughts on “Paragraf Delapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s