My Passion is Back! [Bengkel Sastra, Kiko, Bulan Sabit ke Delapan]

Mumpung masih membara. Mumpung masih panas. Enaknya dibicarakan, ga langsung masuk mulut.

Kalimat diatas itu joke, tapi kalau garing, yah, maafkan saja.

Karena passionku memang bukan buat jadi stand up comedian. Meskipun pengen juga belajar tekniknya, biar aku ga begitu garing dan kaku ditengah orang ramai. Atau jadi komika seleb dari Bengkulu. Hehe *ngayal.

Bisa tebak passionku dimana? Ya di nulis lah, hehe.

Bukan maksudnya bakal jadi sering nulis blog, tapi nulis didunia nyata.

Ada 3 kejadian yang terjadi secara beruntun satu minggu silam.

4 kejadian, tapi nilai-ujian-modul-renal-baik-baik tidak jadi dihitung. Hehe. πŸ˜€

3.PNG

YANG PERTAMA

Adalah waktu aku ditawari menjadi pembicara dalam kegiatan Bengkel Sastra Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu. Acara yang sebetulnya kuikuti 3 tahun silam. Acara yang masih jelas kuingat karena waktu itu untuk pertama kalinya aku ditunjuk jadi perwakilan sekolah dalam acara perbahasaan.

Fyi, walaupun sudah nerbitin beberapa novel, aku masih belum diakui penulis oleh SMA ku sendiri, haha.

Dan, karena RENAL TERROR ternyata nggak menjebakku untuk masuk kedalam ritual remedial yang menyeramkan, aku dengan cepat mengiyakan. Rezeki jangan ditolak bos.. Meskipun begitu, dua hari kemudian aku jadi sakit perut mendadak ketika ingat harus bicara didepan audience.

Mau dibawa kemana slidenya?

Slidenya juga buat dari bahan apa? Haruskah aku buka sobotta atau d fiore dulu?!

*PANIK

akhirnya buka-buka writerdigest.com, nyari tips-tips gampang ala orang barat, biar unik dan nggak sekedar bahas tentang rasa malas.

Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa malas itulah penyebab writer blocks terbesar!

Slide selesai. Ini dia previewnya.

5

4.PNG

bisa dilihat sendiri juga di https://prezi.com/wfkox8yogfci/7-step-nulis-gampang/

Karena filenya publik, maka saya mengikhlaskan ilmu tersebut dibaca banyak orang, hehe.

Tiba jam yang ditentukan, aku dan abah malah nyasar ke bapelkes. Ga tau bahwa acaranya di LPMP XD. Gila gila gila

Hasilnya?

Tanya audiencenya aja lah πŸ™‚
image

 

Perasaannya luar biasa. Meskipun disana sini masih banyak kekurangan dan tiba rasa tidak percaya pada diri sendiri (muncul dua sisi, si Lore dan Charlotta yang sibuk nanya-nanya apakah yang kukatakan barusan itu sesuai fakta atau nggak, dan sebagainya). Juga pas hari Jum’at, aku kehabisan materi pada menit ke 45, haha. Tapi sesi setelah materi hari kedua itu yang membuatku merasa spesial.

Diajak foto-foto, dan di tanya apakah boleh konsultasi.
image

Oh, kenapa nggak kulakukan acara-acara ini dari dulu?

Aku mahasiswa yang selalu ingin menggali ilmu lebih banyak, selalu mendaftar seminar-seminar, kenapa aku tidak mulai memberanikan diri membuat seminar sendiri?

Karena saat aktif inilah, kita bisa memompa seluruh kerja keras dan kreatifitas!

 

YANG KEDUA

Aku ingat, ketika masih pulang pergi ke kampus bareng Cla naik motor, kami sering membicarakan tentang sesuatu seperti kewajiban anak sulung, kemandirian… Dan kami sepakat bahwa umur-umur segini mestinya udah nggak minta uang jajan lagi, paling nggak, sudah mulai berusaha mencari uang sendiri.

Dan sebenarnya, impianku dari menyandang jabatan mahasiswa (jiah jabatan wkwk) adalah bekerja part-time. Terserah mau restoran atau cafe, bimbel atau cuma bantu fotokopi.

Tapi rasa-rasanya ga mungkin, karena anak kedokteran mana punya waktu luang. Apalagi pas tingkat satu, semua organisasi kuikuti, haha. Tingkat dua aku sudah lepas jabatan di kepengurusan wilayah (meskipun kemudian ambil jabatan di bpn haha) dan organisasi lainnya sudah tidak terlalu padat, mulai terasa kekosongan di hari-hari libur. Maunya ngapain ya? Apa ngeblog sepanjang hari? (2015 akhir blog rame kan? Nah itu dia hasil kekosongannya).

Kemudian mama menawarkanku untuk membuka kelas menulis. Meskipun aku ogah-ogahan, tapi akhirnya menerima soalnya lagi libur. Tapi nggak sama sekali terpikir untuk lanjut ke bulan berikutnya. Lha, Jumat aja kadang-kadang jam 3 pulangnya. Terus?

r.PNG
Karena kami berdua ga suka difoto, dan sebenarnya ini hasil time-lapse proses kreatif bimbel menulis, bukan foto beneran.

Tapi tidak terasa sudah jalan 3 bulan!

Dan Kiko, murid pertamaku, sekarang sudah menyusun konsep untuk novel pertamanya!

Lha aku, yang ngakunya disini jadi guru, masa vakum sih?

 

YANG KETIGA

Seperti yang digalaukan di postingan sebelumnya, tentang Bulan Sabit yang Tak Kunjung Merekah,

wkwk.

Akhirnya terbit juga! Dan untuk pertama kalinya sejak sms-sms yang tidak dibalas, aku dihubungi untuk menghadiri acara launching massal (15 buku langsung!) yang akan dihelat di bapelkes (kali ini ga akan pindah tiba-tiba ke lpmp, haha. Sayangnya pada hari yang sama sudah diajak ikut family gathering. Dan yang pastinya, kalaupun aku ditinggal sendiri, ga bisa bawa mobil karena dipake, pun akhirnya bolak balik naik angkot. Males banget hari minggu juga masih naik angkot, hihi.

Jadi gimana? NAH, kan si Linggo (ketum baru Fi-Madina) bilang ada undangan launching, dan kalau sudah ada undangan kayak gitu.. Dia kesana?

Ya udah, wakilin aja.

Pasti seru πŸ˜€

Linggo yang maju dan presentasi kumcer. Kupikir itu cuma bakal jadi back up plan kalau memang disuruh maju. Lha kan, kalau cerpen antologi, yang nuliskan banyak. Kok harus yang aku? Haha. Eh beneran maju. Dan kata Burlian, Linggo panjangan banget ngejelasinnya, kayak, bilang kalau di Fk susah, bulan sabit kedelapan itu artinya nilai C 8x… << suatu fakta yang aku baru tahu pas baca cerpen dengan judul itu keesokan harinya.

Nih, yang masuk berita malah Linggo dan Burlian (yang nunduk berdua di baris pertama duduk)

image

image

 

 

Hahahaha πŸ˜€

 

 

Anyway, tiga kejadian beruntun itu mendesakku untuk membuat naskah baru. Tidak yang ribet-ribet, tapi cukup menggambarkan gaya menulisku. Mungkin naskah roman anak kedokteran? Ooo, disini banyak sekali korban baper, php, dan lain-lainnya yang berhubungan dengan perasaan, haha.

Yah, gitu deh. Pokoknya aku tidak mau berhenti sampai disni saja.Aku sibuk, tapi aku juga harus tahu dimana waktu produktifku. Entah mungkin jam 2 pagi seperti ini, entah siang besok ketika praktikum..

 

Aku Fira Firdaus.

Mahasiswi Kedokteran, Penulis, Blogger πŸ™‚

 

 

 

 

Iklan