Mencak-Mencak [BTS Langit Biru 1]

Rencananya mau nulis BTS yang biasa. Gimana caranya ketemu info lomba, gimana caranya dapat ide dan gimana hecticnya saat curi waktu nulis cerpen ini. Tapi sebelumnya, biarkan saya mengambil nafas sejenak.

Untuk tertawa

dan menertawakan 15 menit yang menegangkan barusan (benar-benar barusan)

Jadi hari ini tanggal 10 oktober 2015 ya, dan saya baru saja liat pengunguman ini pas nyari jadwal pengunguman pemenang *ish terlalu pede.

bahtra

What? emailnya berubah???

Salah dong yang kemarin gua kirim?!

*dari sana saya mulai mencak-mencak alias marah-marah tidak jelas. Pas waktu itu nggak ada pulsa untuk sekedar ngedamprat panitia atau share kegalauan ke Rizki. Yang benar aja, saya nggak punya uang banyak untuk sekedar daftar tanpa berjuang dan saya nggak punya waktu banyak untuk membuat cerpen yang segitu seriusnya.

TAU NGGAK SIH CERPEN ITU BIKINNYA PAS UJIAN?

Akhirnya curhat sama Maya. Sekalian pas search-search lagi kemudian ketemu bahwa penjuriannya dilaksanakan tanggal 9 oktober yang berarti kalaupun baru kirim sekarang bakalan nggak guna.

Pada titik itu saya benar-benar merasa useless.

Idiot banget.

Sudah begitu saya mulai ngerangkai kata-kata yang bisa menyinggung panitianya karena sudah begitu kurang kerjaan ganti-ganti alamat email segala.

Nulis di facebook kemudian. Cukup kasar untuk ukuran anak baik-baik seperti saya. Juga kemudian sibuk ngeforward email cerpen saya yang udah dikirim tanggal 6 Oktober ke email yang ada ‘hima’nya, siapa tau masih diterima. Bukan siapa tau sih, sekalian aja mau nyindir mereka kok bisa-bisanya ganti email tapi nggak diinfokan ke peserta. Yang udah bayar apalagi. Hiks.

Maya sibuk menasehati agar tidak gegabah, ingat nama institusi yang disandang. Ingat almamater. Ingat tuhan, jangan lakukan yang tidak-tidak!!! *yang barusan cuma imajinasi saya. Maya juga menasihati untuk menghapus komentar yang menyinggung tersebut.

Akhirnya memutuskan untuk merelakan, meskipun dalam hati saya berbisik bahwa ini bukan soal menang kalah tapi soal administrasi, lain kali lebih teliti.

Lain kali

lebih teliti.

.

Setelah ngomong begitu saya mulai baca pengunguman yang diatas. Baru meneliti ulang.

Loh, emailnya sudah benar toh. Saya benar-benar mengirim ke kbbsbahtraunib@gmail.com. Terus kbbshimabahtraunib@gmail.com itu yang salah dong?

Mulailah tergelak-gelak sendiri. Malam minggu ketawa sendirian. Mungkin dipikir orang “ini ada jones nangis sendirian nih”

Benar-benar deh. Udah marah-marah kayak gitu, udah mau meledak tapi ternyata sumbunya nggak nyambung. Wkwkwk. 😀 Maya mulai ngirim emot =.= alias letih liat tingkah saya yang ababil. Dia juga baru sadar rupanya bahwa emailnya nggak salah.

Untung saja udah dihapus tuh komen nyasar, untung aja pulsa habis, untung aja email forwardannya nggak terkirim dari gmailnya sendiri.

Hari ini benar-benar panen pembelajaran. Betapa banyak kerugian yang didapat hanya karena tidak teliti. Hal sepele yang bisa bikin orang naik darah.

Mungkin besok-besok kalau panitianya tau, saya malah nggak boleh ikut karena di diskualifikasi, haha.

Itu dulu, bai! Selamat malam minggu, jones!


Ini udah post 101 yeey! Pos BTS Langit Biru nyusul besok pagi. Sekarang udah ngantuk berat jendral!

Rencananya mau bikin syukuran 100 post! Tapi kalau dengan targetku, syukuran bagi-bagi buku bisanya pas 100 follower. Bisa tercapai nggak ya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s