Hakikat Belajar

Menarilah dan terus tertawa 

Walau dunia tak seindah surga 


Intermezo minggu keempat modul baru!

Mungkin semua teman-teman seangkatan juga ngerasain, modul ini kayaknya enteng gitu. Hampir semua slide punya introduction yang kurang lebih sama. Apa itu pertumbuhan? Apa itu perkembangan? Kemudian membahas faktor resiko satu persatu mengenai mengapa ini kenapa itu. Rasa-rasanya bosan kan? Kurang lebih kemudian akan dibagi dua antara faktor eksternal dan internal. Internal sudah pasti akan membahas soal genetik dan kadang-kadang hormonal. 

Dibedakan sedikit menurut subjeknya, tapi rata-rata membahas anak. Mungkin ditengah dan akhir akan memuncak tapi kebanyakan dari kita sudah pulas tertidur atau malah mengobrol dengan teman (atau seperti saya, mulai mensketsa cerita baru untuk Lore dan Nimkha)

Dianggap enteng kemudian merasa ditimpuk dengan godzilla dari belakang. Bluk! Semua slide dari para dokter-dokter tersebut bertumpuk lebih dari 100 gram per judul. Mau dibaca semuapun tak mungkin.

*baru selesai print semua buat suma 1. Too much!

*ngeprint suma 2, baru setengah printernya macet. damn.

Tapi disela-sela ngeprint dan mengumpat ini, aku nyambi nonton laskar pelangi. Udah lama sekali semenjak kepopulerannya dulu. 10 murid sd muhammadiyah belitong, semuanya unik dan punya karakter masing-masing. Berlomba-lomba untuk mengenyam pendidikan meskipun tak seberapa dengan guru yang seadanya. Bahkan dengan lidi-lidi dan kertas bekas mencoba mendobrak dunia. Berpakaian lusuh dan robek, cuma pake sendal dan senang lari-lari di tanah. Tidak takut ada cacing gelang masuk lewat kaki ketika bermain, semuanya dilakukan dengan riang.

Lupa kita bahwa hakikat belajar adalah menikmati ilmu.

Pun dengan Lintang sahabat Arai yang ketagihan belajar. Hanya anak nelayan tapi kemampuannya luar biasa. Melihatnya menunggui ayahnya pulang dari melaut sambil menggenggam piagam juara satu cerdas cermat itu, melihatnya menggendong adik sambil memanaskan air, melihatnya bersepeda untuk mengucapkan salam perpisahan.

Sungguh rugi aku bermalas-malasan dalam belajar.

Kalian lihatlah wajah mungil yang pasrah itu. Betapa kesempatan untuk menjelajahi dunia telah terenggut untuk selamanya.

Cobalah mengerti bahwa kalian amat beruntung.


Bersyukurlah pada yang kuasa 

Cinta kita di dunia… Selamanya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s