Chapter 2 [N.A.G.A BTS]

***Kalau udah ngampus baru balik lagi agenda nulis diatas jam 11 malam, ahahaha!

Ane mau bagi-bagi cerita tentang project unik ane nih, mau dengar nggak?

Project ini yang paling long last sepanjang hidup nih. Biasanya, saya nggak begitu suka dengan hal-hal berbau jangka panjang (kecuali pernikahan, itu beda! ups), bikin novel kalau bosan ditinggalin. Kalau dilanjutin biasanya novelnya ngawur. Atau kadang-kadang rencana 3 bulan diet eh malam cuma pas awal dan akhir saja yang membara.

Ini beda.

Berawal dari kecocokan genre antara saya dan si abang partner #summonrizki, dua duanya psiko, dua duanya jail dan iseng dan kadang-kadang juga dua duanya aneh. Atas landasan kecocokan tersebut, jadilah saya dan rizki mencetuskan ide “kenapa nggak ditulisin aja keanehan dan kegilaan ini?”
Tapi nggak mau asal basing aja, kami mau kegilaan yang terorganisir


*pas saya ceritakan sama Maya, dia aja sampai bilang “dak percaya aku bisa kawanan kek kamu duo orang ni”

Sebenarnya projectnya biasa-biasa aja sih, baru disusun atas 15 chapter dan epilog plus prolog (draft). Seperti novel biasa. Pun juga temanya tentang penjelajah waktu. Konsepnya adalah mempertemukan tim yang beranggotakan 4 orang, secara kasar biasa saja. Tak berbeda dengan anime atau komik atau novel-novel fiksi yang sudah beredar dan punya rating.

Tapi yang gila, kami memakai barang-barang kejutan dan tidak terbayangkan sebagai judul tiap chapter.

Ya. Yang tidak terbayangkan

Mau di list satu persatu?

Plaster – Arang – Cokelat 500rp (karena harganya dulu segitu) – Rambut – Keramik – Gula -Pentul warna ijo dan ungu, serta beberapa barang lagi. Nggak ingat karena benda-benda itu lagi sama rizki.

Coba, cerita apa yang bisa disambung-sambung dengan bahan dasar diatas?

Kalau diadakan cermin, atau event cerita-cerita mini lainnya mungkin bisa deh ya. Buat cerita tentang rambut! Kalian akan menulis tentang rambut. Buat cerita tentang gula! Kalian akan cerita yang manis-manis.

Tapi disini kami menggabungkannya untuk cerita yang lebih panjang lagi! Dimana semua barang tersebut mengambil alih cerita. Drama dibalik terpilihnya barang-barang tersebut sebenarnya simple. Saya terpikir tentang membuat draft cerita, semacam alur, jadi meskipun projectnya akan panjang tapi kami masih ingat awal mulanya. Done. Kemudian terpilihlah nama-nama tokoh utama yang akan diambil tim, Gael, Nimkha, Aegis dan Almond. Done. Kemudian bagaimana menyusun cerita, kami butuh pemicu, pikir saya. Kemudian mulailah saya membongkar tas saat pelajaran (waktu itu masih SMA) dan menemukan plaster yang kira-kira unik, (dan menyulitkan *wehehehe) untuk jadi awal cerita.

Begitu. Rizki yang kaget pada awalnya (tapi dia termasuk jenis yang penerima tantangan juga. Jadi sehabis dia membuat sebuah alur cerita awal, dia membalas saya dengan sesuatu yang lebih aneh lagi, ARANG.

Coba, apa hubungan antara Plaster dan arang?

Tapi untunglah karena sistematika ceritanya luas bisa dihubungkan kemana aja. Tapi kabel yang terlalu panjang akan membosankan, kan? Maka dari itu saya harus pintar-pintar cari alur.

Alur chapter dua selesai, dapatlah cerita si Nimkha (satu satunya perempuan dalam tim) hanya punya satu tangan.

Selanjutnya saya balas lagi dengan cokelat. Oh iya, pada saat memberikannya pas tanggal 14 februari. Sebenarnya mau dijadikan joke karena rizki dikasih cokelat dari cewek gitu. Tapi dia cepat sadarnya, tau bahwa ini cuma pembalasan yang nggak lucu.

image
Draft dan kotak berisi barang barang tak terduga

Lanjut.

Daan seterusnya. Project membikin alur saja membutuhkan waktu sampai juli atau juni kalau tak salah. Setelah itu mulai susun naskah. Rizki yang pertama. Masih ingat banget gimana kami mendiskusikan naskah dengan awkward, soalnya kami lawan jenis, dan biasanya orang indonesia banget baru dekat terus dibilangin sedang pacaran. Yah, begitulah. Mereka nggak bikin novel duet sih. Makanya kami kemudian ketemuan di masjid, meskipun sering diliatin minimal tidak ada yang kenal. Kenapa nggak dirumah saja? Rumah saya jauh bung, lagian sepi. Rumah rizki ditengah kota tapi masuk gang, sedangkan saya dulu ga bisa bawa mobil. Dead end.

Selanjutnya pas masuk kuliah di universitas sama mikirnya bisa bebas tukar pikiran di mana-mana, disini sudah maju pemikirannya, meskipun kayaknya bakal ditanyain juga “siapo tuh yang dekek rizki” gitu. Tapi apa mau dikata jadi med stud itu bukan hanya makan waktu tapi juga makan kreatifitas.

Ane sampe nabrak tembok 1 tahunan bro. Bayangin.

Daaan, akhirnya, chapter dua, iya, yang Arang baru selesai minggu kemaren. tepatnya tanggal 14 jam 14. Nggak cantik angkanya tapi bersyukur… banget.

Akhirnya draft2 dan kawan2nya bisa pindah tangan ke Rizki, walau cuma sejenak.

Cuma sejenak, SAMA RIZKI CHAPTER 3 SELESAI DALAM WAKTU 2 HARI!

*dibuat dari apa sih jarinya Rizki sampe nulis 24 halaman per chapter?

image
Screenshoot singkat 0 1 2 3

Siyal.

Tapi saya minta cuti dulu 2 minggu, udah dekat ujian nih. Bahaya.

Sudah dulu ya? Nanti disambung di BTS ch.4


BTW, kami mengadakan Quiz. Kalian tinggal submit angka prediksi kalian soal berapa halaman yang bakal dimakan project ini. Gampang kan? Yang mendekati dapat 1 kopi buku kami nanti.

Tapi ya, Naaaanti. Mohon doanya biar jadi diterbitkan. Aamiin! 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s