Selamat Tinggal.

Halo.

Udah lama banget nggak nulis di wordpress lagi ya. Tulisan tahun ini aja baru satu XD. Berbanding terbalik dengan blog baru yang disayang-sayang, update-an disana nyampe 23 posting. Maafkan saya, DJ11 huhu. Beberapa postingan populer di blog ini juga ada yang menyusul ke blog baru alias dipindahkan.

Bukannya mau mengabaikan tapi memang sulit memecah konsentrasi ke dua blog. Apalagi karena topik dan gaya bahasanya sama, membuat aku mau tak mau memilih update di blog baru. Blog ini dibuat saat awal masuk FK, dan sekarang mau masuk tahun keempat. Semester ini aku tidak ambil modul apa-apa dan hanya mengurus skripsi. Makanya tidak banyak update tentang kehidupan mahasiswa yang bisa kutulis. Semua postingan modul juga aku protect dulu untuk beberapa waktu, sampai waktunya aku bisa mengedit dan rilis ulang dengan versi yang lebih enak dibaca awam.

Untuk saat ini aku mau serius di blog baru dulu, jadi, selamat tinggal (untuk sementara) DJ11, aku akan kembali suatu saat nanti, ketika ada banyak waktu luang dan ide-ide baru.

Terima kasih buat para pembaca yang sudah mampir. Tolong dukung saya di blog baru ya.

Sampai jumpa.

Iklan

“HOT POTATO” Kosakata Januari

 

HOT POTATO.png

Halo.

Punya dua blog itu susah yah? Secara tidak sadar kalau mau bikin tulisan baru selalu ke blog baru. Bikin draft tulisan disana, bagikan link yang disana. Masuk 2018 padahal punya capaian yang tinggi, ternyata terlalu fokus dengan wish nomor 6, hehe. Kurang banyak menulis, tapi tiap malam bikin translate jurnal. Sesuatu yang tidak terpikirkan awal tahun lalu. Kupikir tahun ini bakal belajar bahasa korea saja, tapi ternyata banyak bagian dari bahasa inggris yang belum kujelajahi.

Tips Belajar Bahasa Korea

Akhir-akhir ini aku tertarik dengan kosakata yang sering kudengar dan kutemui dalam teks (bacaan, jurnal, film dkk) tapi belum kumengerti artinya. Misalnya kata “Hot Potato”. Di MV terbaru N.Flying (03/01), band dari Korea yang kusukai karena anggota baru mereka, Hwesung adalah peserta acara survival produce 101.

Baca lebih lanjut

Rencana 2018 | Wanna One, Koas, Half Marathon dan Lainnya

RENCANA 2018

Hari terakhir 2017 ini melelahkan. Pagi start dari Kepahyang lalu menuju Lubuk Linggau melalui Curup. Konvoi dengan mobil saudara karena mau lewat Palak Curup. Di Linggau hanya sampai sore, karena takut kemalaman di jalan. Jalan lintas Linggau-Curup dikenal rawan, jadi agak menakutkan kalau lewat sana malam-malam.

So, here I am, kota Curup yang dingin. Dirumah Oma untungnya sudah ada wifi, jadi bisa update postingan blog terakhir di 2017, mengikuti tradisi 2016 dan 2017 hihi. 2017 merupakan tahun yang lumayan berkesan, terutama dari bulan Mei-Desember, karena ada Produce101 dan Wanna One, haha (merasa bangga karena mengidolakan Kang Daniel sebelum dia terkenal).

18950342_1454675421238583_5630594660679286784_n

Transformasi Kang Daniel selama di produce101. Bunny teeth & Pink Hair to The Sexy Man & Nations Pick

Baca lebih lanjut

Perpustakaan Kita

Dari mana ngejelasinnya ya? Supaya bisa dicerna baik-baik dan dipertimbangkan nasihat yang sebenarnya mau saya kemukakan sebenarnya?

Hari ini saya mau cerita tentang akun instagram perpustakaan universitas saya sendiri. @unib.library. Saya sudah follow akunnya sejak beberapa minggu lalu. Akunnya sudah punya follower 2060 akun dan memfollow 1474 akun. Postingannya lumayan banyak dibandingkan akun instagram perpustakaan universitas lainnya. 475.

Screenshot-2017-12-23 UPT PERPUSTAKAAN UNIB ( unib_library) • Instagram photos and videos

Pada awalnya, saya hanya lihat sekilas saja. Oh, akun ini nge-share judul-judul skripsi/tesis agroindustri yang masuk. Wah, update juga nih akun, pikir saya. Jujur, selama ini saya jarang sekali ke perpustakaan universitas, bahkan tidak punya kartu pinjam universitas, padahal saya dari SD-SMA paling suka nongkrong di perpus. Kenapa? Pertama cukup jauh dari kampus kedokteran dan saya nggak punya motor. Bisa sih jalan kaki, tapi alasan kedua, buku-buku kedokteran di perpustakaan kampus lebih lengkap daripada perpustakaan universitas. Apa aja ada, tinggal tanya pak Mau, hehe.

(Dan beberapa alasan lainnya, tapi malas lah dijabarkan disini)

Iseng, saya swipe ke kanan beberapa postingannya hmm, isinya tesis. Swipe lagi ke kanan, oh ada abstrak. Swipe lagi, halaman pertama bab 1, swipe lagi, halaman pertama bab 2, *swipe swipe* eh, ada halaman hasil dan pembahasan juga 😀 Baca lebih lanjut

Link Review Modul

10649796_864173323592676_4788404661055363210_n.jpg

Foto saat LKMM dasar di kampus.

Dari awal, niat bikin review modul (atau dulu namanya #terrortheseries karena setiap modul pasti punya terror/bebannya masing-masing) itu biar dijadikan kenangan bagaimana up dan downnya saya saat melewati modul-modul tersebut. Banyak yang nulisnya singkat, entah karena kelupaan nulisnya atau karena jeda antar modulnya terlalu singkat jadi ga bisa nulis panjang-panjang. Baca lebih lanjut

Modul ManBen, Our Last Modul..

Screenshot-2017-12-19 Fira Firdaus ( firafirdaus13) • Instagram photos and videos(5)

sumber foto : IG @labskillfkunib

Manben, alias modul Manajemen Bencana adalah modul terakhir mahasiswa semester 7. Modul terakhir pre-klinik pendidikan dokter, yang artinya kalau skripsi dan ujian keterampilan klinis kamu juga udah kelar, artinya kamu udah mau masuk gerbang per-koas-an. Tinggal nunggu yudisium dan wisuda. Tapi tolong jangan tanya apakah saya sudah mau masuk koas awal tahun depan, karena saya belum selesai skripsi, hiks. Udahlah, lanjut bahas modul dulu hehe 😀

Modul ini adalah modul elektif. Jadi mahasiswa semester 7 pada awal semester (saat mengisi KRS) boleh memilih mau belajar apa modul terakhirnya. Pilihannya ada manajemen bencana, herbal dan manajemen puskesmas. Tapi meskipun boleh memilih, modul yang akan diselenggarakan hanya modul yang dipilih terbanyak. Mengingat keseruan kakak tingkat angkatan 2013 yang tahun lalu mengambil modul manajemen bencana juga, akhirnya kami yang mengambil modul memilih manajemen bencana juga.

Seperti namanya, yang dipelajari adalah bagaimana manajemen bencana, terutama bagaimana posisi dokter saat terjadi bencana. Durasi modulnya 2 minggu, tapi karena suatu dan lain hal ujian sumatif dan OSCEnya diundur. Kelebihan modul ini adalah.. tidak ada diskusi kelompok! Hehe. Juga beberapa kali ada praktik di lapangan, jadi boleh pake baju kaos dan celana training saja! (kegembiraan saye sebagai pecinta kaos). Kekurangannya.. ada OSCE alias Objective Structured Clinical Examination atau ujian klinis. Ngomongin OSCE rasanya ngeri-ngeri sedap gitu, apalagi kalau teringat masa-masa mendebarkan ujian OSCE. Tapi OSCEnya tidak didalam ruangan seperti biasa, tapi di lapangan. Juga tidak sendirian, satu lawan dua (OP alias orang percobaan dan Penguji). OSCEnya berkelompok, dengan menerapkan ilmu dari modul ini bagaimana kami bisa menyelamatkan korban bencana… gituuu Baca lebih lanjut

Modul HUKUM, CPD dan EBM

Kembali lagi ke review modul yang ada di FKIK UNIB 😀

Yeiyy

Di semester tujuh ini, modul-modul yang harus dilewati adalah modul-modul pendek kecuali modul IKK (6 sks). Setelah IKK, dilanjutkan dengan modul Etika, Hukum, CPD, EBM dan kegawatdaruratan yang durasinya hanya 2 minggu.

Modul semester 7 ini berbeda dengan modul-modul yang ada di semester 2-6, karena sudah tidak membahas manusia dengan sudut pandang organ (contoh: modul respirasi (paru), modul kardiologi (jantung)). Modulnya jadi mirip modul semester pertama yang ada modul EBP3KH, Riset dan P2K2, tapi yang semester 7 lebih advance karena mahasiswanya dianggap sudah menguasai pemahaman dasar sebagai dokter. Semester 7 ini juga bisa dibilang sebagai persiapan untuk masuk klinik (a.k.a koass). Semakin dekat dengan gelar s.ked (uhuk :D)

Pada review modul sebelumnya, aku sudah menulis tentang IKK dan Etika. Jadi sekarang lanjut review modul Hukum, CPD dan EBM .

P.S : karena bikin tulisannya pas laptop selesai diperbaiki, tulisannya delay banget hehe. Baca lebih lanjut

Ikutan Early PO Wanna One Repackaged Album

Sudah tau dong kalau Wanna One sudah bersiap buat comeback? Meskipun cuma repackage album alias cuma nambah 2-3 lagu dari album energetic lalu, tapi rilisnya sudah ditunggu-tunggu oleh para wannable, termasuk saya. Pengungumannya dirilis pada 28 september lalu, baru juga lewat sebulan dari debut! Haha. YMC benar-benar tau bagaimana caaranya cari uang..

Nothing-Without-You.jpg

Baca lebih lanjut

Bukan Blogger Kalau Nggak Bisa Ngereview! (Kelas Blogger Bengkulu Ke-3)

Siang ini, aku menghadiri kelas Blogger Bengkulu ketiga yang diadakan di lantai tiga gedung Telkom Bengkulu. Itu loh, yang ada di Simpang Lima. Meskipun hampir setiap hari melewati gedung ini, baru hari ini aku bisa masuk ke aulanya diatas.

Alhamdulillah hari ini tidak terlambat datang. Sebagian besar peserta baru mengisi absen dan meletakkan laptop di meja masing-masing. Ya, semuanya bawa laptop karena hari ini selain kelas nge-blog, ada acara flash blogging diakhir acara.

Tidak makan banyak waktu, acara langsung dibuka oleh Bang Piter sebagai moderator dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Blogger Bengkulu yaitu Mbak Milda. Selain kelas Bobe, nanti juga akan ada produk untuk di review, kata Mbak Milda.

Karena acaranya di telkom, hari ini spesial wifi-nya dari telkom. Langsung muncul nama wifi-nya Blogger. Wah spesial nih dari telkom untuk blogger bengkulu. Internet kencang sudah pasti kebutuhan setiap blogger kece kan ya 😀

22519547_10214974822953567_7749787269880538000_nMateri hari ini adalah “Cara Mudah Bikin Review Produk yang Menarik”. Wah, penting banget tuh. Untuk blogger, apalagi untuk aku yang kemarin masih bermasalah dengan tata cara mereview yang benar. Sudah pernah sih, tapi setiap membacanya selalu tidak puas. Seperti ada yang kurang.. Belum sekece tulisan blogger lain di Blogger Bengkulu.. Rasanya belum bisa “menjual” produk tersebut ke pembaca. Materi hari ini disampaikan Mbak Milda dan Mbak Ria, duo emak-emak blogger yang sudah banyak mereview dan memenangkan banyak lomba dalam ngeblog. Berguru kan harus dengan guru terbaik. Baca lebih lanjut

BOCI COME TRUE

Sebenarnya, jika menulis hal yang kusukai, aku tidak mau berhenti menulis hingga larut malam…

Karena itu, daripada mengerjakan ltm, bacalah satu lagi tulisan dari saye 😀

BOCI, alias Bolu Kelinci adalah proyek bisnis kelompok kami tiga tahun lalu (mungkin waktunya lagi pas sekarang, soalnya modul PDPT (saking lamanya lupa ini modul kepanjangannya apa) dulu ada mata kuliah kewirausahaan yang menuntut kami merencanakan proyek bisnis. Mulai dari proposal, promosi, produknya sampai penjualannya. Meskipun anak kedokteran ya, tetap harus belajar namanya wirausaha. Biar jadi dokterpreneur, rangkap enterpreneur. boci.jpg

Link tulisan 3 tahun lalu di modul ini : disini (tapi nggak selengkap terror the series lainnya sih, soalnya serius ngomongin modul baru pas semester 3 akhir..

(mungkin habis tamat semester 7, gap waktu sebelum koas akan kupakai buat melengkapi tulisan tentang semester 1, 2 dan 3 :D)

Waktu itu, aku sekelompok dengan Karisa, Cici, Burlian dan lain-lain (nggak ingat lagi, proposalnya pun sudah kuhapus kayaknya. Tapi aku pernah upload tentang hal ini beberapa tahun lalu di blog :D) Hasil diskusi kelompok (dikosan Cici yang luas) kami akhirnya memutuskan untuk membuat produk bolu yang berbahan dasar wortel. Supaya produknya lebih menyehatkan gitu haha. Baca lebih lanjut